Menko PMK Soroti Ancaman Digital, Tekankan Perlindungan Anak Berlapis

0
Sumber : infopublik

Jakarta, batamtv.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan pentingnya perlindungan anak secara menyeluruh mulai dari lingkungan keluarga, pendidikan, ruang publik hingga dunia digital di tengah perubahan pola pengasuhan modern.

Hal tersebut disampaikan saat peluncuran Kampanye Berlian (Bersama Lindungi Anak) di Jakarta, Senin (6/7/2026), yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Pratikno menyoroti pergeseran pola pengasuhan anak yang kini tidak lagi bersifat komunal akibat tingginya urbanisasi. Jika sebelumnya pengasuhan melibatkan keluarga besar dan lingkungan sekitar, kini lebih banyak bertumpu pada keluarga inti.

“Dulu pengasuhan itu komunal, sekarang berubah total. Tantangan menjaga anak justru semakin kompleks,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lebih dari 50 persen penduduk Indonesia saat ini tinggal di wilayah perkotaan, dan jumlah tersebut diperkirakan meningkat hingga 70 persen pada 2045. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan waktu orang tua dalam mengasuh anak karena tuntutan pekerjaan formal.

Akibatnya, kebutuhan terhadap layanan penitipan anak atau daycare yang berkualitas semakin mendesak, tidak hanya di perkotaan tetapi juga di wilayah pedesaan.

Selain itu, Menko PMK juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, baik di sekolah umum, asrama, maupun pesantren. Ia meminta agar momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimanfaatkan untuk memperkuat edukasi hak dan kewajiban antara anak, orang tua, dan tenaga pendidik.

Menurutnya, sistem pengaduan di lingkungan pendidikan juga harus diperkuat guna mencegah penyalahgunaan relasi kuasa.

Di sisi lain, Pratikno menyoroti tantangan di ruang publik dan digital. Minimnya ruang bermain anak di perkotaan membuat anak lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar dibandingkan beraktivitas di luar ruangan.

Ia mendorong adanya kolaborasi lintas sektor untuk menyediakan ruang terbuka yang ramah anak serta infrastruktur yang aman.

Ruang digital juga dinilai menjadi tantangan terbesar karena dapat diakses tanpa batas ruang dan waktu, sehingga berpotensi membawa risiko bagi anak jika tidak diawasi dengan baik.

Menutup pernyataannya, Pratikno mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menggaungkan gerakan “Berlian” sebagai upaya kolektif dalam melindungi anak di berbagai aspek kehidupan.

Sumber : infopublik