Rupiah Berpeluang Menguat, Dipengaruhi Sikap Dovish The Fed

0
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Sumber : antaranews)

Jakarta, batamtv.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diprediksi bergerak menguat pada perdagangan Senin, didorong sentimen global terutama pernyataan dovish dari pejabat Federal Reserve (The Fed).

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, memperkirakan rupiah memiliki ruang penguatan di kisaran Rp17.920 hingga Rp17.970 per dolar AS.

“Penguatan rupiah dipengaruhi melemahnya indeks dolar AS seiring pernyataan dovish dari Gubernur The Fed yang menggiring ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pembatalan kenaikan suku bunga tahun ini, serta tren penurunan harga minyak,” ujarnya.

Namun demikian, pada pembukaan perdagangan Senin pagi, rupiah sempat melemah 29 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp17.992 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.963 per dolar AS.

Sebelumnya, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada Oktober mencapai 82 persen. Namun, setelah rilis data tenaga kerja nonfarm payroll Juni yang lebih rendah dari ekspektasi, probabilitas kenaikan suku bunga pada September turun dari 67 persen menjadi 63 persen.

Rully menilai, sikap hati-hati The Fed terhadap inflasi ke depan turut dipengaruhi oleh dinamika harga minyak serta kondisi pasar tenaga kerja di Amerika Serikat.

Meski demikian, dari sisi domestik, terdapat sejumlah faktor yang masih menahan penguatan rupiah, antara lain kondisi ruang fiskal, defisit neraca perdagangan, serta cadangan devisa.

Sumber : antaranews