Jakarta, batamtv.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan pentingnya penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi secara berkelanjutan.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja, mengatakan peningkatan mutu pendidikan tinggi merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara terencana, sistematis, dan berkesinambungan oleh seluruh elemen kampus.
“SPMI menjadi instrumen strategis untuk memastikan seluruh proses pendidikan tinggi berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujarnya dalam sosialisasi Buku Pedoman Implementasi SPMI bagi perguruan tinggi di Jakarta.
Menurutnya, SPMI tidak hanya berfungsi sebagai alat pengawasan, tetapi juga mampu membangun budaya mutu yang kuat dan mandiri di lingkungan kampus jika diterapkan secara konsisten.
Untuk mendukung hal tersebut, Kemdiktisaintek menghadirkan Buku Pedoman Implementasi SPMI sebagai panduan komprehensif bagi perguruan tinggi dalam merancang dan menjalankan sistem penjaminan mutu.
Beny menjelaskan, pedoman tersebut disusun secara sistematis agar dapat disesuaikan dengan visi dan misi masing-masing perguruan tinggi, sehingga implementasinya lebih efektif dan relevan.
Melalui sosialisasi ini, Kemdiktisaintek berharap seluruh perguruan tinggi dapat memahami dan mengimplementasikan SPMI secara optimal, sekaligus mengadopsi praktik-praktik terbaik dari institusi lain.
“SPMI diharapkan tidak hanya menjadi pemenuhan regulasi, tetapi menjadi budaya yang mengakar dalam setiap aktivitas akademik maupun non-akademik,” katanya.
Dengan penerapan yang konsisten, SPMI diyakini mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia secara menyeluruh.
Sumber : antaranews











































