
BATAM, batamtv.com – Kota Batam sedang menggalakkan pembangunan di tiga titik sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. Untuk itu, menyandang status sedabagi daerah industri dan KEK, Pemkab Gresik ingin belajar dengan Batam bagaimana mengelola PAD dari kedua sektor yang digalakkan ini.
Wakil Bupati Gresik, Dra. Hj. Aminatun Habibah, M.Pd mengucapkan terima kasih atas sambutan yang hangat dari Pemerintah Kota Batam. Melalui kunjungan ini Kabupaten Gresik ingin mengetahui dan belajar banyak dari Kota Batam, karena sama-sama sebagai Kota Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
“Ada beberapa hal yang ingin kami ketahui dari pemerintah kota Batam. Diantaranya, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Batam seperti apa, juga penarikan dana yang efektif agar PAD meningkat,” kata Dra. Hj. Aminatun Habibah, M.Pd. saat kunjungan kerja rombongan Pemerintah Kabupaten Gresik ke Kantor Wali Kota Batam, Jumat (13/1).
Aminatun juga menambahkan, Kabupaten Gresik ingin mengetahui mengenai pengelolaan atau strategi pembangunan jalan yang baik dan tidak macet seperti di Kota Batam.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid, memaparkan kesamaan dan perbedaan yang dimiliki Kota Batam dan Kabupaten Gresik. Pertama, sama- sama sebagai Kota industri dan di Batam terdapat sebanyak 24 kawasan industri.
Kedua, Batam di kembangkan sebagai daerah perdagangan dengan banyak sekali ruang usaha di pusat kota. Ketiga, sebagai daerah alih kapal dengan banyak pelabuhan. Terakhir, sebagai daerah pariwisata.
Dan Kota Batam tidak seperti Kabupaten Gresik, Batam bukan sebagai Kota perkebunan juga pertanian.
“Pemerintah Kota Batam juga terus melakukan berbagai upaya pembangunan, mulai dari bandara, pelabuhan, rumah sakit dan sebagainya. Itu semua di bangun perlu ada pendukung yaitu pembangunan jalan. Maka kita akan melebarkan jalan lima lajur dari bandara sampai pelabuhan Batu Ampar,” ujar Jefridin.
Kemudian dilanjutkan diskusi dan tanya jawab antara Pemko Batam dan Pemkab Gresik dan acara dilanjutkan dengan pemberian cenderamata.
Editor : Oktarian
Reporter : Abyaqsa Ramadan









































