Dishub Kepri Prediksi 900 Ribu Warga Lakukan Mudik Lebaran 2026

0
Kepala Dinas Perhubungan Kepri Junaidi. ANTARA/Ogen. (sumber : antarakepri)

Tanjungpinang, batamtv.com – Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau memperkirakan pergerakan pemudik pada Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 di wilayah Kepulauan Riau mencapai sekitar 900 ribu orang.

Kepala Dishub Kepri Junaidi mengatakan angka tersebut diproyeksikan meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun secara nasional jumlah pemudik diperkirakan mengalami penurunan.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat untuk mudik dipengaruhi oleh faktor ekonomi serta keinginan untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman.

Ia menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat di Kepulauan Riau menggunakan transportasi laut untuk perjalanan mudik, baik antarpulau maupun lintas provinsi, mengingat karakteristik wilayah yang didominasi perairan. Selain itu, sebagian pemudik juga memanfaatkan moda transportasi darat dan udara.

Dishub Kepri memprediksi puncak arus mudik Lebaran akan terjadi pada 18–19 Maret 2026. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama instansi terkait telah melakukan pemantauan serta pengendalian angkutan mudik sejak 13 hingga 30 Maret 2026.

Junaidi memastikan seluruh moda transportasi darat, laut, dan udara yang beroperasi selama periode mudik telah melalui pemeriksaan kelayakan atau ramp check guna menjamin keselamatan penumpang.

Selain pelayanan penumpang, pemerintah juga memprioritaskan distribusi kebutuhan pokok, alat kesehatan, bantuan bencana, serta layanan ambulans melalui jalur transportasi laut.

Dari sisi sarana transportasi, Dishub mencatat tersedia sekitar 70 unit bus yang melayani rute di wilayah Tanjungpinang, Bintan, Lingga, dan Natuna. Untuk transportasi laut, terdapat enam kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia yang melayani rute antarpulau di Kepri hingga lintas provinsi.

Selain itu, terdapat sekitar 335 kapal cepat yang beroperasi di sejumlah wilayah, terdiri dari 145 unit di Batam, 40 unit di Tanjungpinang, 134 unit di Karimun, dan 16 unit di Tanjung Uban. Moda transportasi lainnya meliputi 19 kapal motor penyeberangan atau RoRo serta 52 penerbangan menuju berbagai daerah di Indonesia.

Dishub Kepri juga mengingatkan sejumlah hal yang perlu diantisipasi selama periode mudik, antara lain kondisi cuaca serta potensi kenaikan harga bahan bakar minyak yang dipengaruhi situasi geopolitik di Timur Tengah.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah telah mendirikan posko pelayanan dan pengamanan di sejumlah titik strategis seperti pelabuhan dan bandara guna memberikan layanan informasi serta memastikan keamanan perjalanan masyarakat.

Sumber : antarakepri