
TANJUNGPINANG, batamtv.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Daerah Pemilihan Natuna-Anambas, Hadi Chandra menyambut baik atas rencana Gubernur Kepri yang terkait Pesawat N219 yang menjadikan pesawat hasil karya anak bangsa itu sebagai opsi transportasi masyarakat Kepri yang saat ini lebih banyak mengandalkan transportasi laut. Hal ini karena pesawat buatan PT DI tersebut cocok untuk di wilayah Kepri.
“Kami Kabupaten Natuna memang mendambakan sekali dan berdoa bahkan mendukung program dari pak Gubernur yang berniat membeli pesawat jenis N219,” tegas Jadi Chandra kepada Batamtv.com.
Anggota Komisi III DPRD Kepri (Bidang Pembangunan, Infrastruktur dan Perhubungan) tersebut mengungkapkan sarana Transportasi sebagai jalan menuju gerbang investasi khususnya bagi Kabupaten Natuna.
Menurutnya jenis investasi yang didapat dikembangkan di Natuna seperti wisata, hingga investasi industri perikanan. “Mengapa investasi di Natuna itu sulit karena reputasi kita ini kan super mahal paling mahal di Indonesia jam terbangnya hanya 1 jam, 2,5 Juta, tiket ini bahkan lebih murah untuk ke Bali” sesal Hadi menjelaskan.
Terkait upaya gubernur yang menjadikan pesawat N219 sebagai transportasi udara antar Kabupaten/ Kota menurutnya sebagai langkah mendukung pembangunan. Sehingga dengan adanya pesawat ini yang akan membuka rute dari Tanjung pinang ke Natuna lebih murah lagi. “Kalau sudah investasi sendiri lebih murah, belum lagi intensitas masyarakat kita, pengusaha mobilitasnya lebih tinggi, sehingga masyarakat ingin berobat atau kebutuhan mendesak lainnya bisa dilakukan,” imbuhnya.
Seperti diketahui sebelumnya PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memboyong pesawat N219 terbang ke Kepulauan Riau (Kepri) dalam rangka kegiatan N219 Market Survey Flight. Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad berkesempatan menjajal langsung Pesawat N219 yang merupakan hasil karya anak bangsa di Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang, Sabtu (17/06).
Kepulauan Riau sebagai wilayah yang terdiri atas lebih dari 1,000 pulau membutuhkan penguatan dalam konektivitas antar pulau khususnya melalui transportasi udara. Pesawat N219 yang diproduksi dalam negeri ini bisa menjadi pilihan sebagai wahana transportasi udara yang akan mendukung program transformasi ekonomi di Kepulauan Riau.
Pesawat N219 yang dapat mengangkut 21 penumpang dengan beban maksimal 7 ton ini, dikembangkan secara khusus untuk dapat mendukung pembangunan konektivitas dan aksesibilitas daerah 3TP (Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan) dengan kemampuan Short Take Off Landing di landasan yang panjangnya kurang dari 800 meter dan tidak beraspal. Dalam pemanfaatannya, pesawat N219 dapat digunakan dengan berbagai konfigurasi sesuai kebutuhan pengguna, baik untuk angkut penumpang, logistik, maupun medical evacuation dan flying doctor.
editor: oktarian
reporter : dwi susilo









































