Perpustakaan Jakarta Perkuat Peran sebagai Ruang Publik Inklusif

0
Sumber : antara

Jakarta, batamtv.com – Perpustakaan Jakarta terus memperkuat posisinya sebagai ruang publik yang inklusif dan dinamis, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kegiatan literasi.

Hal tersebut terlihat dari tingginya antusiasme warga dalam kegiatan Night at the Library yang digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Perpustakaan Jakarta di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, mengatakan perpustakaan kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial.

“Perpustakaan berkembang menjadi tempat berkumpul, berdiskusi, berkarya, dan membangun jejaring,” ujarnya.

Ia menambahkan, Perpustakaan Jakarta diarahkan menjadi third place atau ruang ketiga bagi masyarakat, di luar rumah dan tempat kerja.

Peringatan HUT ke-4 Perpustakaan Jakarta juga bertepatan dengan peluncuran Perpustakaan Nyi Ageng Serang yang diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Kehadiran fasilitas baru tersebut mendapat sambutan positif, dengan jumlah kunjungan mencapai sekitar 1.000 orang per hari.

Data Dispusip DKI Jakarta mencatat, selama Semester I 2026, jumlah kunjungan ke Perpustakaan Jakarta mencapai 320.352 orang atau rata-rata sekitar 13 ribu pengunjung per pekan.

Sementara itu, sejak kembali dibuka hingga memasuki usia empat tahun, total kunjungan telah mencapai sekitar 1,96 juta orang.

Tingginya angka kunjungan tersebut menunjukkan perpustakaan semakin diterima sebagai ruang publik yang hidup dan inklusif.

Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra H.B. Jassin, Diki Lukman Hakim, menyampaikan bahwa transformasi layanan terus dilakukan untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang interaksi sosial yang nyaman.

Hal senada disampaikan Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, yang mengapresiasi inovasi layanan perpustakaan dalam mendorong peningkatan literasi masyarakat.

Ia menilai literasi saat ini tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi serta meningkatkan daya saing.

Pemerintah berharap berbagai program literasi seperti Night at the Library dapat terus dikembangkan guna menjadikan perpustakaan sebagai pusat kreativitas, edukasi, dan kolaborasi masyarakat.

Sumber : antara