
OPINI, Batamtv.com – Peringatan Hari Koperasi Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum ini seharusnya menjadi kesempatan untuk mengejawantahkan konsep dan teori perkoperasian ke dalam praktik nyata yang mampu menggerakkan perekonomian daerah, terutama ekonomi desa dan kawasan pesisir.
Bagi Kabupaten Bintan yang memiliki wilayah kepulauan dan masyarakat yang banyak menggantungkan hidup pada sektor perikanan, pertanian, dan usaha mikro, koperasi bukan hanya sebuah badan usaha. Koperasi merupakan instrumen pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan bersama.
Jika kita cermati, prinsip-prinsip koperasi sesungguhnya telah lama diterapkan oleh perusahaan-perusahaan besar di dunia. Mereka berupaya membangun loyalitas pelanggan melalui berbagai program, mulai dari layanan terbaik, diskon, hingga sistem keanggotaan. Tujuannya jelas, yaitu mempertahankan konsumen agar tidak beralih kepada pesaing. Namun, dalam sistem usaha konvensional, manfaat terbesar umumnya tetap terpusat pada pemilik modal. Konsumen hanya menjadi objek pasar sehingga keuntungan yang tercipta tidak sepenuhnya kembali kepada mereka. Kondisi inilah yang dalam jangka panjang berpotensi memperlebar kesenjangan ekonomi.
Di sinilah letak keunggulan koperasi. Dalam koperasi, anggota bukan hanya konsumen, tetapi sekaligus pemilik usaha. Setiap aktivitas ekonomi dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata anggota dengan berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong royong. Hubungan yang terbangun bukan sekadar hubungan transaksi, melainkan hubungan kepemilikan, tanggung jawab, dan kepentingan bersama.
Karena itu, koperasi yang dibangun atas kebutuhan riil anggotanya akan memiliki pasar yang relatif lebih stabil. Anggota akan membeli, menggunakan jasa, sekaligus mengembangkan usahanya sendiri. Ikatan ekonomi yang diperkuat dengan rasa memiliki inilah yang menjadi modal sosial (social capital) yang sulit digantikan oleh model usaha lainnya.
Lebih jauh lagi, koperasi memiliki mekanisme pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) yang mencerminkan keadilan ekonomi. Keuntungan yang diperoleh tidak hanya digunakan untuk memperkuat kelembagaan, memperbesar modal, dan memperluas usaha koperasi, tetapi juga dibagikan kepada anggota sesuai dengan tingkat partisipasinya. Dengan demikian, manfaat ekonomi dirasakan secara kolektif, bukan hanya oleh segelintir pemilik modal.
Bagi masyarakat pesisir, koperasi memiliki potensi yang sangat besar. Kelompok nelayan dapat membangun koperasi yang menyediakan sarana produksi, penyediaan bahan bakar, penyimpanan hasil tangkapan, hingga pemasaran ikan secara bersama sehingga posisi tawar mereka meningkat. Demikian pula kelompok petani, peternak, pelaku UMKM, maupun kelompok perempuan dapat membangun koperasi berdasarkan kebutuhan bersama sehingga biaya usaha lebih efisien dan akses terhadap pembiayaan maupun pasar menjadi lebih luas.
Semakin besar jumlah anggota yang aktif, semakin besar pula kekuatan pasar koperasi. Sebaliknya, koperasi yang hanya dibentuk untuk memenuhi program administratif atau mengejar bantuan pemerintah tanpa dilandasi kebutuhan dan partisipasi anggota akan sulit bertahan. Banyak koperasi yang berhenti beroperasi bukan karena konsepnya lemah, melainkan karena dibangun tanpa fondasi kebutuhan bersama dan tata kelola yang baik.
Oleh sebab itu, pengembangan koperasi ke depan harus dimulai dari akar rumput. Pembentukan koperasi harus lahir dari kesamaan kepentingan, kebutuhan ekonomi, dan komitmen anggota untuk tumbuh bersama. Pemerintah berperan sebagai fasilitator melalui pembinaan, penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, akses pembiayaan, serta perluasan jaringan pemasaran. Sementara itu, masyarakat menjadi pelaku utama yang menghidupkan koperasi melalui partisipasi aktif.
Saya meyakini bahwa apabila koperasi dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan anggotanya, maka koperasi akan menjadi salah satu pilar utama pembangunan ekonomi daerah. Bagi Kabupaten Bintan yang memiliki potensi kelautan, perikanan, pertanian, dan pariwisata, koperasi dapat menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi pesisir, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mengurangi kesenjangan ekonomi.
Selamat memperingati Hari Koperasi Nasional 79. Mari kita jadikan koperasi bukan sekadar slogan, tetapi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang modern, profesional, dan berdaya saing. Sebab ketika masyarakat menjadi pemilik sekaligus pelaku usaha, maka kesejahteraan tidak hanya menjadi tujuan, melainkan menjadi hasil yang dinikmati bersama.*
Oleh : Suprapto, S.T Penulis adalah Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bintan, sekaligus Ketua MD KAHMI Kabupaten Bintan












































