
Tanjungpinang, batamtv.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) memastikan kesiapan pelaksanaan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang akan digelar pada 23–24 Juli 2026 di Kota Tanjungpinang.
Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Misni, mengatakan seluruh perangkat daerah telah berkoordinasi untuk memastikan rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat persiapan yang digelar Kamis (16/7/2026), yang juga membahas penyambutan Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Ananda, bersama rombongan Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (SERUNI KMP).
Peringatan HAN 2026 mengusung tema “Main Raya Hari Anak Nasional 2026” dan akan dipusatkan di kawasan Tugu Sirih, Gurindam 12, Tanjungpinang, pada 23 Juli 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Kepri menghadirkan berbagai fasilitas edukatif, termasuk stan Pojok Posyandu serta layanan administrasi kependudukan dari Dinas Dukcapil, seperti penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA).
“Kami berharap masyarakat tidak hanya menikmati kegiatan, tetapi juga mendapatkan edukasi kesehatan anak serta memanfaatkan layanan administrasi yang tersedia,” ujar Misni.
Selain kegiatan utama, Pemprov Kepri juga menyiapkan rangkaian agenda kunjungan bagi Selvi Ananda dan rombongan, mulai dari Gedung Dekranasda Provinsi Kepri hingga Pulau Penyengat.
Pada 23 Juli, rombongan dijadwalkan menghadiri kegiatan utama HAN di Tugu Sirih, dilanjutkan dengan kunjungan ke Gedung Dekranasda serta Pantai Dugong, Trikora, Kabupaten Bintan.
Di lokasi tersebut akan dilaksanakan kegiatan transplantasi terumbu karang, pelepasan tukik, serta Deklarasi Laut Bebas Sampah.
Sementara pada 24 Juli, rombongan akan mengunjungi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Batam yang berada di Kabupaten Bintan, sebelum melanjutkan kunjungan ke Pulau Penyengat.
Pemprov Kepri berharap peringatan HAN 2026 dapat menjadi momentum meningkatkan perhatian terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak, sekaligus memperkuat edukasi bagi masyarakat.
Penanggungjawab : oktarian
Editor : pariadi
Reporter : dwi susilo










































