

Mataram, batamtv.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan pekerja migran Indonesia (PMI) dan jamaah umrah asal daerah tersebut yang berada di kawasan Timur Tengah dalam kondisi aman.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan kepastian itu diperoleh setelah koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB serta laporan dari kementerian terkait.
“Berdasarkan koordinasi terakhir dengan BP2MI, seluruhnya dilaporkan dalam keadaan baik dan tidak berada di zona terdampak langsung konflik. Mereka dipantau oleh KBRI dan KJRI sesuai wilayah penempatan,” ujarnya di Mataram, Selasa.
Data resmi Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia mencatat 155 PMI asal NTB berada di Timur Tengah, terdiri atas 86 laki-laki dan 69 perempuan yang berasal dari sejumlah kabupaten/kota di provinsi tersebut.
Selain PMI, pemerintah daerah juga memonitor jamaah umrah yang tengah berada di Arab Saudi. Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah NTB per 2 Maret 2026, sebanyak 1.415 orang telah diberangkatkan ke Jeddah sejak 19 Februari 2026 melalui Bandara Lombok.
Dari jumlah itu, 43 orang telah kembali ke Indonesia. Kepulangan berikutnya dijadwalkan mulai 7 Maret 2026, menyesuaikan masa tinggal program umrah yang rata-rata berlangsung sembilan hingga 12 hari.
Saat ini, tercatat 1.372 jamaah masih berada di Arab Saudi dan dilaporkan dalam kondisi baik.
Pemerintah Provinsi NTB menyatakan telah menyiapkan mekanisme koordinasi cepat apabila terjadi perkembangan situasi yang memerlukan langkah perlindungan tambahan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan merujuk pada informasi resmi dari pemerintah.



