Gen Z dan Pemegang Gelar Master Mulai Disasar Jadi Korban TPPO

0
Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kemlu RI, Judha Nugraha saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang.(Foto : Intan Afrida Rafni/Kompas.com)

Jakarta,batamtv.com, – Kementerian Luar Negeri mengungkapkan bahwa kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) kini menyasar masyarakat dari kelompok berpendidikan dan kelas ekonomi menengah. Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kemenlu Judha Nugraha mencatat, saat ini orang dengan pendidikan magister pun dapat menjadi korban TPPO.

“Saat ini yang kita hadapi kasus TPPO adalah gen Z, berpendidikan, ada yang punya master degree, korban online scam, kemudian dari kelompok ekonomi menengah, dan sebagian perempuan. Jadi semakin kompleks,” kata Judha di Jakarta, Rabu (23/7/2025).

Judha menyebutkan, situasi ini berbeda dengan praktik TPPO pada masa lalu yang hanya menyasar kelompok rentan secara ekonomi dan pendidikan. “Kalau dulu kita bicara TPPO, (dulu menyasar) perempuan dari kalangan miskin, dari daerah remote, bekerja di domestic sector, dan tidak berpendidikan,” ujar dia.

Dengan demikian, Judha menekankan bahwa tidak ada satu kelompok pun yang kebal terhadap ancaman perdagangan orang di masa kini.

“Kita semua tidak imun terhadap TPPO,” kata Judha. “Jadi kalau dulu, kasus TPPO jauh dan terjadinya di daerah-daerah kantong pekerjaan migran. Sekarang tidak, ada di sekitar kita,” imbuh dia. Ia mengungkapkan bahwa beberapa wilayah yang sebelumnya tidak dominan kini menjadi penyumbang kasus terbesar TPPO.

“Kami mencatatkan Jakarta, Jawa Barat, sebagai salah satu daerah penyumbang terbesar. Korban online scamming. Ini menjadi tantangan,” kata Judha.

Berdasarkan data yang dikumpulkan sejak tahun 2023 hingga saat ini, Kemenlu mencatat ratusan korban perempuan dalam kasus TPPO. “Dalam catatan kami ada 675 korban TPPO perempuan yang kita catatkan sejak tahun 2023 hingga saat ini,” kata Judha.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                   : Sofyan Atsauri

Sumber                 : Kompas.com