Data Pribadi Bisa Pindah ke AS, Trump Bocorkan Kesepakatan dengan Indonesia

0
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membawa daftar negara yang dikenakan tarif impor dalam acara di Rose Garden bertajuk Make America Wealthy Again, di Gedung Putih, Washington DC, 2 April 2025.(Foto : Brendan Smialowski/AFP)

Washington DC,batamtv.com, – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan dagang terbaru dengan Indonesia menyusul keputusan tarif impor 19 persen untuk barang-barang dari Indonesia.

“Kesepakatan ini memberikan kemenangan strategis bagi para pekerja, eksportir, petani, dan inovator digital Amerika,” ujar Trump dalam keterangan resmi yang dirilis Gedung Putih, Selasa (22/7/2025). Salah satu yang disorot dalam kesepakatan tersebut adalah mengenai data pribadi.

Kesepakatan tersebut terjalin sebagai bagian dari strategi Trump mengatasi defisit perdagangan AS yang terus membesar. Pada 2024, defisit perdagangan barang AS dengan Indonesia tercatat sebesar 17,9 miliar dollar AS.

Sebelum perjanjian ini, tarif rata-rata yang dikenakan Indonesia untuk produk impor dari AS mencapai 8 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan tarif rata-rata AS sebesar 3,3 persen. “Sejak hari pertama, saya menolak anggapan bahwa pelaku usaha dan pekerja Amerika harus menoleransi praktik dagang yang tidak adil,” papar Trump.

Dilansir dari lembar fakta yang dirilis Gedung Putih, berikut rangkuman kesepakatan dagang yang terjalin antara AS dengan Indonesia.

Dalam perjanjian yang dinamakan Reciprocal Trade Agreement, AS akan menerapkan tarif sebesar 19 persen terhadap barang-barang dari Indonesia. Sebaliknya, Indonesia akan menghapus lebih dari 99 persen hambatan tarif atas produk ekspor AS di berbagai sektor.

Produk yang masuk dalam kebijakan ini meliputi pertanian, kesehatan, makanan laut, teknologi informasi, otomotif, hingga bahan kimia. Trump menyebut langkah ini akan mendorong terciptanya lebih banyak lapangan kerja berkualitas tinggi di AS.

Pertanian dan digital Di sektor pertanian, Indonesia akan memberikan penetapan permanen Pangan Segar Asal Tumbuhan untuk produk nabati AS, serta mengakui sistem regulasi dan sertifikasi produk daging, unggas, dan susu dari AS.

Indonesia juga berkomitmen membebaskan makanan dan produk pertanian AS dari seluruh rezim perizinan impor yang berlaku di dalam negeri, termasuk kebijakan keseimbangan komoditas. Sementara itu, di sektor digital, Indonesia akan menghapus tarif atas produk digital tidak berwujud. Indonesia juga mendukung moratorium global terhadap bea masuk atas transmisi elektronik di WTO.

Data pribadi Dalam lembar fakta, Indonesia menyetujui pemindahan data pribadi ke AS dengan mengakui negara tersebut sebagai yurisdiksi yang memberikan perlindungan data memadai. Sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan digital, Indonesia akan memberikan kepastian hukum terkait kemampuan perusahaan untuk memindahkan data pribadi dari Indonesia ke AS.

Langkah ini akan dilakukan melalui pengakuan resmi bahwa AS merupakan negara atau yurisdiksi yang menyediakan tingkat perlindungan data yang memadai sesuai ketentuan hukum di Indonesia. Ketentuan ini dinilai krusial bagi perusahaan-perusahaan digital AS yang selama ini menghadapi hambatan hukum terkait pemrosesan dan penyimpanan data warga Indonesia di luar negeri.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                  : Sofyan Atsauri

Sumber               : Kompas.com