BPJN Sumbar Pastikan Jembatan Kembar Lembah Anai Beroperasi Penuh Saat Arus Mudik Lebaran

0
Pekerja menyelesaikan pekerjaan di kawasan Jembatan Kembar di perbatasan Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar/pri. (sumber : antaranews.com)

Padang, batamtv.com – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat memastikan Jembatan Kembar Lembah Anai dapat berfungsi penuh selama periode arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah.

Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi mengatakan kedua jalur jembatan akan dibuka untuk kendaraan mulai H-10 hingga H+10 Lebaran.

“Saat ini baru satu jembatan yang difungsikan. Namun pekerjaan di sisi kanan sudah selesai sehingga pada periode H-10 sampai H+10 kedua jembatan dapat digunakan,” kata Elsa di Padang, Sabtu.

Ia menjelaskan peralatan konstruksi yang masih berada di sekitar lokasi akan segera dipindahkan agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik dan balik Lebaran.

Menurut Elsa, kondisi struktur jembatan tidak mengalami penurunan meskipun kawasan tersebut sempat terdampak bencana pada akhir 2025. Pengamanan yang masih diperlukan terutama pada bagian sisi jembatan yang berpotensi tergerus aliran sungai.

Untuk operasional lalu lintas, kendaraan roda empat diperbolehkan melintas. Sementara kendaraan angkutan berat seperti truk pengangkut bahan bakar akan mengikuti ketentuan yang diatur melalui keputusan gubernur.

Berdasarkan hasil pemeriksaan BPJN, jembatan tersebut secara struktur mampu dilalui kendaraan sesuai standar jalan nasional dengan batas maksimal Muatan Sumbu Terberat (MST) 10 ton.

Selain itu, BPJN juga terus melakukan perbaikan badan jalan di kawasan Lembah Anai yang sebelumnya terdampak bencana. Saat ini pekerjaan difokuskan pada penguatan badan jalan serta penutupan lubang di beberapa titik.

BPJN menargetkan seluruh perbaikan selesai sehingga tidak ada lagi ruas jalan berlubang di kawasan tersebut pada Juli 2026.

Sebagai langkah antisipasi, BPJN juga menyiagakan alat berat di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi longsor, mengingat kawasan Lembah Anai berada di wilayah perbukitan yang rawan bencana.

Sumber : antaranews.com