
BATAM, batamtv.com – Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Dadang Hendrayudha menilai maraknya pemanfaatan proxy war sebagai alat perang masa kini yang digulirkan oleh negara-negara tertentu guna mengintimidasi negara lain merupakan ancaman yang harus dihadapi oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Hal ini disampaikan Direktur Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan Brigadir Jenderal TNI Dr. Jubei Levianto saat membuka Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara di satuan Pendidikan agama tingkat dasar dan menengah TA. 2022 di Pacific Palace Hotel Kota Batam (29/03).
Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara di ikuti peserta dari Guru Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah dan Pelajar Aliyah serta juga diikuti dari peserta sekolah Kristen , Hindhu dan Budha, baik dari Guru, Staf dan pelajar SMA Kota Batam. Hadir dalam acara pembukaan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara tersebut dihadiri pejabat Forkopimda kota Batam.
Dari Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara ini, Kementerian Pertahanan berharap dapat terbangun karakter warga negara di Satuan pendidikan yang mampu berkontribusi dengan baik demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia sesuai kapasitas dan kompetensinya masing-masing.
“Saya juga berharap para peserta adalah generasi muda Kota Batam ini, dapat menjadi role model dan garda terdepan dalam mengaktualisasikan dan menyebarluaskan virus-virus Kesadaran Bela Negara kepada lingkungan madrasah maupun sekolah masing-masing, hingga ke masyarakat,” jelasnya.
Disisi lain Drs. Heriman, HK dalam sambutannya mengapreasi yang tinggi kepada Kementerian Pertahanan pada kegiatan bela negara seiring dengan lunturnya nilai-nilai Pancasila dan menyadari pentingnya peningkatan rasa nasionalisme, patriotisme serta persatuan dan kesatuan bangsa. (aby)








































