
Washington, batamtv.com – Militer Amerika Serikat menyatakan pesawat pengebom siluman Northrop Grumman B-2 Spirit digunakan untuk menyerang fasilitas peluncur rudal balistik milik Iran dengan bom penetrator berbobot hampir satu ton.
Komandan United States Central Command (CENTCOM) Brad Cooper mengatakan pesawat pengebom AS menargetkan peluncur rudal yang berada di bawah tanah.
Dalam konferensi pers di Pentagon pada Kamis (5/3), Cooper menyebut pasukan AS telah menyerang hampir 200 sasaran di berbagai wilayah Iran dalam 72 jam terakhir, termasuk area di sekitar Teheran.
Ia juga menyatakan operasi terhadap kekuatan angkatan laut Iran di kawasan turut ditingkatkan.
“Beberapa waktu lalu Presiden Donald Trump menyebut 24 kapal telah ditenggelamkan. Saat ini jumlahnya dilaporkan telah melampaui 30 kapal,” kata Cooper.
Menurutnya, intensitas serangan balasan dari Iran mengalami penurunan sejak operasi militer tersebut dimulai. Data militer AS menunjukkan serangan rudal balistik Iran turun sekitar 90 persen, sedangkan serangan pesawat nirawak berkurang hingga 83 persen.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Iran sejak 28 Februari.
Sejumlah laporan menyebut serangan tersebut menewaskan lebih dari 900 orang, termasuk Ali Khamenei serta puluhan pelajar perempuan.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan fasilitas yang terkait dengan Amerika Serikat di beberapa negara Teluk.
Pada akhir pekan lalu, serangan pesawat nirawak di Kuwait dilaporkan menewaskan enam personel militer AS di sebuah pusat operasi taktis.
Sumber : antaranews.com









































