
BATAM, batamtv.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kepri mewaspadai sejumlah faktor pendorong laju inflasi di Kepri bulan Juli 2025 ini.
“Memasuki bulan Juli 2025, terdapat beberapa pendorong inflasi yang perlu diwaspadai, antara lain (i) Penyesuaian harga BBM nonsubsidi per Juli 2025; (ii) Penyesuaian tarif listrik di Kota Batam; (iii) Berlanjutnya kenaikan tarif angkutan udara di tengah momen libur sekolah,” tulis Kepala Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Kepulauan Riau Rony Widijarto yang juga Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kepri dalam keterangan resminya, Selasa (01/07).
Kendati mengingatkan perlu mewaspadai 3 faktor pendorong inflasi itu, namun disisi lain, Rony Widijarto mengungkapkan sejumlah faktor menggembirakan yang menjadi penahan laju inflasi kedepan.
“Faktor penahan laju inflasi itu diantaranya : (i) Musim panen untuk beberapa hortikultura, (ii) Berlanjutnya diskon tarif angkutan laut pada Juli 2025; (iii) Normalisasi permintaan terhadap komoditas pangan pasca HBKN,” ujar Rony Widijarto.
“Kedepan, Bank Indonesia bersama TPID akan terus memperkuat sinergi untuk stabilitas inflasi di Kepri,” tegasnya.
Secara tahunan, inflasi Kepri tercatat sebesar 1,32% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 1,73% (yoy).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Kepulauan Riau Rony Widijarto mengakui terkendalinya inflasi di Kepri tidak terlepas dari kuatnya koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik dilevel provinsi maupun kabupaten/kota.
Selain itu, Bank Indonesia juga secara konsisten bersinergi dengan TPID se-Kepri dalam melaksanakan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif).
Berbagai upaya stabilisasi harga yang dilaksanakan pada bulan Juni 2025, antara lain Penandatanganan kesepakatan Bersama dan Capacity Building Kerjasama Antar Daerah (KAD) Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Lampung, dan Maluku Utara; Penyediaan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) untuk menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali; Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara rutin di berbagai Kab/Kota di Kepri; dan Pelaksanaan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah di Kota Batam, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan dalam rangka HBKN Idul Adha.
Untuk diketahui, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri pada Juni 2025 tercatat mengalami deflasi sebesar 0,12% (mtm), tidak sedalam bulan sebelumnya yang juga tercatat deflasi sebesar 0,44% (mtm).
Deflasi juga terjadi pada 3 Kabupaten/Kota IHK di Kepri, yaitu Batam, Tanjungpinang dan Karimun yang masing-masingnya tercatat deflasi 0,06% (mtm), 0,13% (mtm) dan 0,71% (mtm).
Berdasarkan kelompok pengeluaran, deflasi di Bulan Juni 2025 terutama didorong oleh Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang mengalami deflasi 0,55% (mtm) dan berkontribusi -0,15% terhadap realisasi inflasi.
Deflasi kelompok ini utamanya disebabkan oleh penurunan harga komoditas pangan terutama cabai merah, daging ayam ras, bayam, dan udang basah.
Penurunan ini didorong oleh pasokan di daerah sentra yang tetap terjaga pada bulan Juni 2025.
Selain itu, Kelompok Transportasi turut memberikan andil deflasi sebesar 0,03% (mtm) terutama didorong oleh penurunan tarif angkutan laut sejalan dengan stimulus diskon tiket kapal yang berlaku pada bulan Juni-Juli 2025.
Di sisi lain, deflasi yang lebih dalam tertahan oleh kenaikan harga angkutan udara sejalan dengan tingginya permintaan di periode long weekend dan libur sekolah yang terjadi pada Juni 2025.
Selain itu, Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya juga turut menyumbang inflasi dengan andil 0,03% sejalan dengan masih tingginya harga emas perhiasan.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Pariadi
Reporter : Azura Aronita










































