Batam, batamtv.com – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memperkuat sinergi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna menekan laju inflasi yang tercatat mencapai 4,75 persen.
Langkah tersebut dibahas dalam diskusi yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, Bulog, serta para pemangku kepentingan lainnya di Batam Centre, Rabu (29/7/2026).
Firmansyah menegaskan, pengendalian inflasi terus dilakukan melalui berbagai strategi, seperti operasi pasar murah, pemantauan harga secara berkala, serta penguatan kerja sama antardaerah untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan pokok.
“Operasi pasar murah secara konsisten kami lakukan di berbagai kecamatan dengan dukungan Bulog, untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar kebijakan yang diambil mampu memberikan dampak nyata terhadap penurunan inflasi.
“Kita perlu menyinkronkan langkah antara Pemko Batam, Bank Indonesia, Bulog, BPS, serta para distributor. Sinergi ini diharapkan efektif menekan laju inflasi,” katanya.
Selain itu, Pemko Batam juga mendorong pemanfaatan data yang lebih spesifik dari BPS agar pelaksanaan operasi pasar murah dapat lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Batam, Devi Indriastuti, menyebut salah satu faktor utama yang memicu kenaikan inflasi adalah dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada bulan sebelumnya.
“Kenaikan harga BBM turut mendorong kenaikan harga berbagai komoditas di daerah, termasuk Batam,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan kerja sama dengan daerah penghasil komoditas pangan menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.
“Dengan pasokan yang terjaga, stabilitas harga akan lebih mudah dipertahankan,” jelasnya.
BPS, lanjutnya, siap mendukung Pemko Batam melalui penyediaan data komoditas yang mengalami kenaikan harga sebagai dasar pengambilan kebijakan.
“Dengan data yang akurat, intervensi yang dilakukan pemerintah akan lebih tepat dan efektif,” tutupnya.
Penanggungjawab : oktarian
Editor : pariadi
Reporter : sonia nurulaini











































