
Batam, batamtv.com – Pemerintah Kota Batam terus berupaya menekan tingkat pengangguran terbuka di tengah tingginya arus migrasi penduduk yang masuk ke daerah tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan tren penurunan pengangguran tetap berlangsung meski dihadapkan pada peningkatan jumlah pendatang setiap tahun.
Ia menjelaskan, Batam menjadi salah satu tujuan utama pencari kerja di Indonesia karena dinilai memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan.
Berdasarkan data 2025, jumlah penduduk yang masuk ke Batam tercatat 49.009 jiwa, sementara yang keluar sebanyak 31.353 jiwa, sehingga terjadi penambahan 17.656 jiwa.
Menurut Rudi, kondisi tersebut berdampak pada dinamika ketenagakerjaan, termasuk meningkatnya persaingan serta ketidaksesuaian antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.
Ia menambahkan, kesiapan keterampilan tenaga kerja masih menjadi tantangan, terutama untuk sektor manufaktur dan ekonomi digital.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Batam menjalankan sejumlah program, antara lain perencanaan tenaga kerja, pelatihan berbasis kompetensi, serta penempatan tenaga kerja.
Kolaborasi juga diperkuat dengan berbagai pihak, seperti perusahaan swasta, lembaga pelatihan, perguruan tinggi, hingga Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan.
Rudi menyebutkan, sinergi tersebut diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong penyerapan tenaga kerja secara optimal.
Pemerintah daerah optimistis, langkah tersebut dapat menjaga tren penurunan pengangguran seiring pertumbuhan ekonomi Batam.
Batam Termasuk Daerah dengan Mobilitas Penduduk Tinggi
Di sisi lain, Pemerintah Kota Batam juga melakukan penataan administrasi kependudukan seiring meningkatnya mobilitas penduduk.
Hingga April 2026, tercatat sekitar 11 ribu pengajuan pindah masuk dengan rata-rata sekitar 200 permohonan per hari.
Menurut Rudi, tingginya mobilitas menjadikan Batam sebagai salah satu daerah dengan angka migrasi yang tinggi secara nasional.
Sebagian pendatang diketahui masih menggunakan KTP daerah asal, dengan tujuan kedatangan yang beragam, mulai dari kunjungan keluarga hingga mencari pekerjaan.
Ia menambahkan, tidak seluruh pengajuan pindah merupakan pendatang baru, karena sebagian merupakan warga yang telah lama tinggal namun baru mengurus administrasi domisili.
Untuk memastikan ketertiban data, pemerintah menerapkan sejumlah ketentuan, termasuk kewajiban melampirkan surat penjamin, kesesuaian alamat, serta pendaftaran bagi pendatang nonpermanen.
Layanan administrasi kependudukan juga didukung secara digital melalui aplikasi Lakse Batam dan Identitas Kependudukan Digital.
Pemerintah menilai penataan data kependudukan penting untuk memastikan kebijakan dan program pembangunan dapat berjalan tepat sasaran, seiring Batam yang terus berkembang sebagai kawasan industri dan tujuan urbanisasi.
Penanggungjawab : oktarian
Editor : pariadi
Reporter : azura aronita










































