TNI Tingkatkan Pengamanan di Yahukimo usai Serangan OPM Tewaskan Guru dan Nakes

0
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Kristomei Sianturi (kanan) bersama Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen Izak Pangemanan saat konferensi pers di Subden Denma Mabes TNI, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2024).(Foto : Nirmala Maulana/Kompas.com)

Jakarta,batamtv.com, – Tentara Nasional Indonesia (TNI) meningkatkan pengamanan wilayah rawan di Yahukimo, Papua Pegunungan usai serangan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menewaskan seorang guru dan tenaga kesahatan. Adapun serangan itu terjadi di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (21/3/2025).

“TNI telah mengerahkan personel untuk mengevakuasi korban, mengamankan wilayah, dan mendukung pemulihan situasi pasca tindakan biadab dan pengecut dari OPM,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Kristomei Sianturi dalam keterangannya, Minggu (23/3/2025).

Kapuspen menegaskan bahwa TNI berkomitmen untuk selalu melindungi masyarakat, terutama tenaga pendidik dan kesehatan yang bertugas di daerah terpencil. Keberadaan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan di Papua dinilai sangat penting bagi kemajuan dan masa depan masyarakat setempat dari Yahukimo ke Jayapura.

TNI dan aparat juga disebut terus memburu pelaku penyerangan. Adapun serangan ini diduga dilakukan oleh kelompok OPM pimpinan Elkius Kobak, yang sebelumnya meminta sejumlah uang kepada para tenaga pengajar. Karena permintaan tersebut tidak dipenuhi, kelompok ini melakukan aksi kekerasan pembunuhan, dan menganiaya enam orang guru, membakar gedung sekolah dan rumah guru, serta menimbulkan ketakutan di masyarakat.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor : Sofyan Atsauri

Sumber : Kompas.com