
Ketua DPRD Batam Terima Aksi Mahasiswa UNRIKA, Janji Tindak Lanjuti Isu Air Bersih hingga Tata Kelola Lahan


Batam, batamtv.com – Ketua DPRD Kota Batam Haji Muhammad Kamaluddin menerima aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) di Gedung DPRD Kota Batam, Kamis (16/7/2026). Aksi yang diikuti puluhan mahasiswa tersebut menyoroti sejumlah persoalan pembangunan di Batam, mulai dari krisis air bersih, pengelolaan sampah, pelayanan administrasi kependudukan, hingga tata kelola lahan.
Sebelum menuju Gedung DPRD, massa aksi lebih dahulu menggelar orasi di depan Kantor Wali Kota Batam yang berada di seberang lokasi. Mahasiswa kemudian bergerak ke halaman DPRD dan menyampaikan aspirasi di pintu masuk utama gedung.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Dalam orasinya, mahasiswa menilai sejumlah persoalan pelayanan publik di Batam hingga kini belum terselesaikan secara optimal.
“Kami sudah menyampaikan persoalan sampah melalui media sosial, namun faktanya masih banyak sampah yang tidak terangkut,” ujar salah seorang mahasiswa dalam orasi.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti masih rumitnya proses pengurusan dokumen kependudukan, khususnya KTP. Mereka menyebut masih ada warga yang lahir dan besar di Batam, namun mengalami kendala dalam memperoleh dokumen resmi.
Mahasiswa turut membawa sejumlah spanduk, di antaranya bertuliskan “Selamatkan Batam, Selamatkan Masa Depan Rakyat” sebagai bentuk tuntutan terhadap perbaikan kebijakan publik.
Ketua DPRD Kota Batam kemudian mengajak perwakilan mahasiswa berdialog di Ruang Rapat Serbaguna DPRD. Dalam dialog tersebut, DPRD menyatakan terbuka terhadap kritik dan aspirasi sebagai bagian dari fungsi pengawasan.
Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum UNRIKA menyampaikan lima tuntutan utama, yakni penyelesaian krisis air bersih, penghentian perusakan hutan dan kawasan resapan air, penghentian aktivitas cut and fill di daerah tangkapan air, audit menyeluruh izin alokasi lahan, serta penegakan hukum yang transparan dan berpihak kepada masyarakat.
Perwakilan mahasiswa, Anwar Gultom, juga mempertanyakan penurunan debit air di Waduk Duriangkang. Ia meminta pemerintah memberikan penjelasan terbuka terkait penyebabnya, apakah murni faktor musim atau akibat berkurangnya kawasan resapan air.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Batam Haji Muhammad Kamaluddin menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi secara tertib dan konstruktif.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kritik dan masukan yang disampaikan. Ini menjadi pengingat bagi kami dalam menjalankan tugas. Aspirasi ini akan kami tindak lanjuti dan dibahas bersama seluruh anggota DPRD, termasuk dengan memanggil pihak terkait,” ujarnya.
Ia menegaskan DPRD akan segera mengagendakan rapat dengan pihak Pemerintah Kota Batam dan BP Batam guna membahas solusi atas persoalan yang disampaikan, khususnya terkait air bersih, sampah, dan tata kelola lahan.
Di akhir pertemuan, perwakilan mahasiswa menyerahkan dokumen berisi tuntutan secara tertulis kepada Ketua DPRD Kota Batam sebagai bahan tindak lanjut.



