Rusia Ajukan Syarat Setop Perang: Ukraina Harus Mundur

0
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Sergei Shoigu saat masih menjabat Menteri Pertahanan, ketika menemui tentara Rusia yang sedang berlatih di Distrik Militer Barat bagi pasukan cadangan, luar kota Ryazan, 20 Oktober 2022.(Foto : Mikhai Klimentyev/AFP)

Moskow,batamtv.com, – Rusia menegaskan, syarat mengakhiri perang di Ukraina tidak berubah sejak Presiden Vladimir Putin menetapkannya pada tahun lalu. Putin meminta agar pasukan Kyiv mundur dari wilayah-wilayah penting Ukraina serta membatalkan rencana untuk bergabung dengan NATO.

Pernyataan ini disampaikan menjelang pertemuan antara Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Alaska pada Jumat (15/8/2025), sebagaimana dilansir Reuters.

Pertemuan antara Putin dan Trump ini menjadi yang pertama sejak 2021, dengan fokus pembahasan pada upaya mengakhiri perang. Trump sebelumnya mengatakan, kedua pihak sebaiknya mempertimbangkan pertukaran sebagian wilayah yang saat ini mereka kuasai.

Saat ini, Rusia menguasai sekitar 19 persen wilayah Ukraina, termasuk seluruh Crimea, seluruh Luhansk, lebih dari 70 persen wilayah Donetsk, Zaporizhzhia, dan Kherson. Rusia juga menguasai sebagian kecil wilayah Kharkiv, Sumy, Mykolaiv, dan Dnipropetrovsk. Sejumlah media melaporkan bahwa Washington memahami, Putin siap berkompromi terkait tuntutan teritorial.

Namun, Wakil Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Alexei Fadeev menegaskan posisi Moskwa tidak berubah. “Posisi Rusia tetap tidak berubah, dan hal itu disuarakan di aula ini lebih dari setahun yang lalu, pada 14 Juni 2024,” kata Fadeev, merujuk pada pidato Putin di Kementerian Luar Negeri saat itu. Dalam pidato tersebut, Putin menguraikan secara rinci bentuk penyelesaian yang diinginkan Rusia.

Ia menuntut pasukan Ukraina mundur dari wilayah Donetsk, Zaporizhzhia, dan Kherson yang masih berada di bawah kendali Kyiv. Putin juga meminta Ukraina secara resmi membatalkan niat bergabung dengan NATO, serta menetapkan posisi netral dan tidak berpihak.

Selain itu, ia menuntut jaminan hak dan kebebasan bagi penutur bahasa Rusia di Ukraina. Putin menegaskan bahwa Crimea, Luhansk, Donetsk, Zaporizhzhia, dan Kherson merupakan bagian dari Rusia harus diakui secara internasional. Syarat-syarat tersebut, menurut Putin, perlu dimasukkan dalam perjanjian internasional.

Pemerintah Ukraina saat itu menolak mentah-mentah tuntutan tersebut dan menyebutnya sebagai ultimatum yang tidak masuk akal. Kyiv menegaskan tidak akan pernah mengakui pendudukan Rusia atas wilayahnya.

Sebagian besar negara di dunia juga mengakui batas teritorial Ukraina seperti pada 1991. Berdasarkan garis depan saat ini, tuntutan Putin akan membuat Ukraina kehilangan tambahan 21.000 kilometer persegi wilayah.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, Rusia harus menyetujui gencatan senjata terlebih dahulu sebelum membahas masalah teritorial. Dia juga menolak usulan agar Ukraina menarik pasukannya dari Donbass di timur dan menyerahkan garis pertahanannya kepada Rusia.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                   : Sofyan Atsauri

Sumber                : Kompas.com