Disdikbud Natuna Masih Berutang ke Pihak Ketiga Rp12 Miliar

0
Sekretaris Dinas Pendidikan Natuna Nasria. (Foto : Wan Iswandi/batamtv.com)

Natuna,batamtv.com, – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Natuna diperkirakan masih memiliki kewajiban pembayaran hingga miliaran rupiah. Sekretaris Disdikbud Natuna, Nasria, menyebutkan bahwa secara perhitungan sementara, terdapat utang sekitar Rp2 miliar pada Tahun Anggaran 2025.

“Masih menunggu hasil review dari inspektorat. Secara asumsi, utang tahun 2025 kurang lebih Rp2 miliar yang bersumber dari pekerjaan fisik, pengadaan, dan kegiatan lainnya. Ditambah dengan sisa utang tahun 2024 sekitar Rp10 miliar, maka total kewajiban Disdikbud Natuna mencapai kurang lebih Rp12 miliar,” ujar Nasria saat dikonfirmasi pada Jumat (30/1/2026).

Ia menjelaskan, munculnya utang tersebut disebabkan oleh sejumlah kegiatan yang dianggap bersifat prioritas dan tetap harus dijalankan meskipun keterbatasan anggaran.

“Memang arahan Bupati untuk tahun 2025 sebisa mungkin tidak menambah utang, namun kondisi di lapangan membuat hal itu sulit dihindari,” ungkapnya.

Nasria juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang dilaksanakan tidak pernah dilakukan atas dasar paksaan maupun intervensi dari pihak mana pun.

“Tidak ada pemaksaan atau intervensi. Semua kegiatan yang dilaksanakan merupakan program prioritas. Sebelum pelaksanaan, kami selalu berkoordinasi dengan BPKPAD Natuna terkait ketersediaan dan jaminan anggaran, bahkan ada beberapa kegiatan yang akhirnya tidak jadi dilaksanakan,” jelasnya.

Meski demikian, setelah melalui koordinasi tersebut, Disdikbud Natuna tetap tercatat mengalami penambahan kewajiban pembayaran.

Untuk Tahun Anggaran 2026, Nasria menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut terkait pelaksanaan proyek, terutama apakah kegiatan tersebut akan masuk dalam program strategis daerah.

“Pemerintah Kabupaten Natuna tentu berkomitmen menyelesaikan kewajiban pembayaran ini, namun untuk waktu pelunasannya saat ini belum dapat dipastikan,” tutupnya.

Penanggungjawab : Oktarian
Editor                  : Sofyan Atsauri
Reporter              : Wan Iswandi