Rektor Stisipol Menyayangkan Ada Korban Jiwa Penggalian Pipa Air PDAM Tirta Kepri

0
Rektor Stisipol Endri Sanopaka menyayangkan penggalian pipa air milik PDAM Tirta Kepri memakan korban jiwa, Kamis (27/6/2024) (Foto : Dwi Susilo/batamtv.com)

Tanjungpinang,batamtv.com, – Aktivis yang juga Rektor Stisipol Endri Sanopaka angkat bicara terkait penggalian pipa air PDAM Tirta Kepri yang membuat heboh di pemberitaan media baik cetak maupun online karena memakan korban jiwa, Rabu (26/06/2024).

“Penggalian pipa air PDAM yang bocor di Jalan D.I Panjaitan kilometer 7 tersebut, bukan hanya memakan korban jiwa saja tapi juga mengakibatkan kecelakaan pengendara sepeda motor sampai mengalami luka – luka,“ jelas Endri.

Endri menilai, kecelakaan yang memakan korban jiwa dan luka-luka tersebut, terjadi akibat dari kelalaian pihak PDAM Tirta Kepri yang tidak memasang rambu-rambu peringatan agar pengendara sepeda motor lebih berhati-hati saat melintas.

Ia sangat menyayangkan jika ada masyarakat Tanjungpinang yang menjadi korban. Bahkan sampai kehilangan nyawa karena kelalaian dari pihak penyelenggara pelayanan publik, sehingga kita sangat sesalkan terhadap pihak seharusnya bertanggung jawab justru malah membuat pernyataan terkesan lepas tangan atas apa yang telah terjadi.

“Sehingga tampak PDAM Tirta Kepri, terlalu menganggap sepele resiko yang timbul karena kerjaan mereka memperbaiki pipa air yang bocor di bawah jalan raya kilometer 7, kita melihat bekas galiannya tidak sempurna atau asal jadi saja saat ditimbun atau cor semen,” ungkap Endri.

“Bahkan sebelum galian tersebut ditimbun atau dicor semen pihak PDAM hanya menutupi lobang galian dengan plat besi saja dan tidak disertai rambu-rambu peringatan, sehingga sampai memakan korban jiwa,“ ujar Endri.

Endri Sanopaka berharap pihak manajemen PDAM Tirta Kepri bertanggung jawab atas kejadian yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.

“Bukan malah menyalahkan para teknisi yang tidak dibekali dengan peralatan kerja yang sesuai K3, karena mereka bekerja tentu atas perintah direksi/atasannya tentunya,“ tutup Endri.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor : Sofyan Atsauri

Reporter : Muhammad Amin