read news – Wawako Tanjungpinang: Inflasi Tanjungpinang Masih Wajar

0
Wakil Walikota Tanjungpinang, Endang Abdulah bahwa inflasi Kota Tanjungpinang masih diangka 43 persen, Senin (6/2/2023).  Angka inflasi di Kota Tanjungpinang berdasarkan taget dari Pemerintah Pusat jangan melebihi 50 persen keatas maka bisa dikatakan normal suatu daerah tersebut. ( Foto : abdi perdana - batamtv.com)

TANJUNGPINANG, batamtv.com  – Dalam rangka menjaga kestabilan ekonomi, Pemko Tanjungpinang getol membuat program agar angka inflasi tidak sampai membengkak. Karena dari angka ini juga menjadi pertanda kemajuan ekonomi di suatu daerah .

Hal ini disampaikan Wakil Walikota Tanjungpinang, Endang Abdulah bahwa inflasi Kota Tanjungpinang masih diangka 43 persen, Senin (6/2/2023).  Angka inflasi di Kota Tanjungpinang berdasarkan taget dari Pemerintah Pusat jangan melebihi 50 persen keatas maka bisa dikatakan normal suatu daerah tersebut.

“Angka inflasi masih menyentuh di nilai 42 persen. Standar nasional itu sekitar 50 persen keatas maka daerah itu akan mengalami inflasi,” kata Endang Abdulah selaku Wakil Walikota Tanjungpinang Senin (6/2/2023).

Untuk melakukan antisipasi terjadinya inflasi di wilayah Kota Tanjungpinang dirinya bersama Walikota Tanjungpinang akan melakukan kerjasama dengan semua pihak baik pengusaha maupun berkoordinasi dengan Satgas Pangan Kota Tanjungpinang.

“Kita terus bersinergi dengan distributor dan Satgas pangan agar mempertahankan nilai harga kebutuhan pokok tetap stabil, dan saya berterimakasih kepada distributor yang ber empati dan mau bekerjasama dalam hal ini,” ucap dia.

Endang juga mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan akan ketersediaan kebutuhan pokok bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan juga akan melakukan operasi pasar secara rutin

“Kita juga akan selalu melakukan pemantauan akan ketersedian bahan pokok bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan juga akan dilaksanakan operasi pasar setiap minggunya untuk mencegah peningkatan harga dan ketersedian bahan pokok,” sebutnya.

Editor : Oktarian

Reporter : Abdi Perdana