read news – Boy Wijanarko Ikuti Literasi dan Edukasi Keuangan bagi ASN

0
Sekertaris Daerah Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko (kedua dari kanan) Varianto, S.E.,  hadir mengikuti  rangkaian acara Literasi dan Edukasi Keuangan. (foto : abdi perdana - batamtv.com)
Sekertaris Daerah Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko (kedua dari kanan) Varianto, S.E.,  hadir mengikuti  rangkaian acara Literasi dan Edukasi Keuangan. (foto : abdi perdana - batamtv.com)

RANAI, batamtv.com –  Sekertaris Daerah Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko Varianto, S.E.,  hadir mengikuti  rangkaian acara Literasi dan Edukasi Keuangan.

Boy  dalam sambutannya juga menyampaikan agar semua ASN di Kabupaten Natuna lebih waspada terhadap tawaran-tawaran investasi illegal yang menggiurkan namun imbal hasilnya tidak logis dan selanjutnya ASN juga diharapkan untuk meneruskan informasi yang didapat dari kegiatan ini kepada keluarga dan masyarakat sekitar.

Literasi dan Edukasi Keuangan ini diberi nama Program Ngopi Bro (Ngobrol Produk Investasi Bareng OJK) dengan tema “Pilihan Investasi yang Aman dan Legal kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Natuna”.

Dalam rangka pelaksanaan rencana program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Natuna tahun 2024 yaitu turut mendorong peningkatan indeks Literasi Keuangan yang ada di Provinsi Kepulauan Riau khususnya di Kabupaten Natuna, Kantor OJK Provinsi Kepulauan Riau bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Natuna dan di dukung oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan kegiatan Literasi dan Edukasi Keuangan.

Berdasarkan data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada tanggal 31 Januari 2024 jumlah investor pasar modal di Kepulauan Riau tercatat sebanyak 124.193 investor, sementara jumlah investor di Kabupaten Natuna sendiri sebanyak 2.472 investor.  Jumlah ini tentunya masih tergolong salah satu yang kecil dibandingkan dengan 7 Kota/Kabupaten lainnya di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Selain itu, berdasarkan  hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2022 yang dilakukan OJK  diketahui bahwa indeks literasi keuangan (pemahaman akan manfaat dan risiko produk keuangan) masyarakat Kepulauan Riau sebesar 48,57% sementara itu indeks inklusi keuangan (penggunaan produk keuangan) sebesar 87,01%.

Hal tersebut menunjukkan gap yang sangat tinggi antara tingkat literasi dan tingkat inklusi keuangan. Oleh karena itu dengan semangat untuk meningkatkan indeks literasi keuangan dan untuk menurunkan gap antara indeks literasi dan inklusi keuangan khususnya di Provinsi Kepulauan Riau, OJK Provinsi Kepulauan Riau menggagas acara ini.

Editor : Oktarian
Reporter : Abdi Perdana