
BATAM, batamtv.com – Kepala Dinas Perhubungan Kepri Junaidi mengadakan pertemuan dengan seluruh stakeholder transportasi laut dan darat guna membahas penyesuaian tarif kapal di Kantor Dinas Perhubungan Kepri, Rabu (7/9/2022).
Hal ini terkait adanya permintaan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad kepada pelaku usaha transportasi laut di Kepri, “Agar tidak serta merta menaikkan tarif pelayaran sebagai imbas dari naiknya harga BBM”.
Penyesuaian harga tiket kapal diminta jangan sampai memberatkan masyarakat , dan jika terpaksa harus dinaikkan jangan melebihi kisaran 15 sampai 20 persen.
Junaidi mengatakan dalam pertemuan tersebut sempat terjadi tarik ulur dengan asosiasi pengusaha pelayaran karena sebagian menginginkan kenaikan tarif lebih dari yang disampaikan oleh Gubernur.
Bahkan pengusaha usul kenaikan 30 sampai 40 persen. Namun Junaidi menegaskan bahwa kenaikan tarif 15 sampai 20 persen yang untuk mengendalikan inflasi di Kepri.
“Kita tahu saat ini Gubernur sangat perhatian dengan pengendalian inflasi di Kepri, dan salah satu penyebab utama inflasi di Kepri itu kan dari transportasi,” katanya.
Dalam pertemuan itu, para pengusaha kapal menyepakati penyesuaian tarif maksimal sekitar 15-20 persen.
Pertemuan ini dihadiari DPD dan DPC Perla, Persatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia (Indonesian National Shipowners Association), Organda, DPD Organda Provinsi Kepri, DPD Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Kepulauan Riau, Yayasan Lembaga Konsumen Batam, Badan Sengketa Konsumen Tanjungpinang, KSOP se-Provinsi Kepri, dan seluruh Kepala Dinas Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepri. (Aby)








































