Pengamat Pariwisata Kepri Nilai Timing Jembatan Babin Belum Saat Ini

0
Pengamat Pariwisata Nilai Kepri Timing Jembatan Babin Belum Saat Ini. Tampak Rahma Usman di cafe Batam Center Jum'at (28/06). (foto : Muhammad Amin-batamtv.com)

BATAM, batamtv.com  – Pengamat Pariwisata Kepri Rahman Usman mengkritisi hasrat Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang akan mewujudkan pembangunan Jembatan Batam Bintan atau (Babin).

“Timing atau momentum Jembatan Babin belum mendesak dibutuhkan saat ini mungkin puluhan tahun kedepan di butuhkan. Yang dibutuhkan Kepri saat ini adalah rumah sakit terapung (Floating hospital), perpustakaan terapung (Floating Library) dan Food and Supply Floating,” ujar Rahman Usman menjawab media ini di Batam Center Jumat (28/06).

Lebih lanjut Rahman Usman menjelaskan jumlah pulau di Kepri sebanyak 2408 namun masih banyak yang jauh  dan belum tersentuh pelayanan kesehatan, pendidikan dan kebutuhan pokok.

“Anda tau harga gas 3 kg di Batam 21 ribu rupiah dan dipulau pulau bisa sekitar 27 ribu. Anda bayangkan selisihnya,” kata Rahman Usman mencontohkan.

Selain itu Rahman Usman yang juga pendiri BTPB ini menilai tidak akan ada investor swasta yang akan membiayai pembangunan jembatan Babin karena secara kalkulasi bisnis tidak menguntungkan jika diwujudkan saat ini.

“Berapa jumlah mobil yang akan melintasi jembatan Babin? Dan secara bisnis tidak feasible dan profitable bila dibangun saat ini,” ujar Rahman Usman dengan penuh semangat.

Rahman mencontohkan program gagal pemerintah beberapa waktu lalu yaitu penerbangan Riau Airline yang gagal.

“Yang dibutuhkan Kepri penerbangan terapung (Sea Flight) langsung ke lokasi ke pulau. Tidak butuh Bandara..itu contohnya negara Maldives, ” ujar Rahman Usman.

“Pak Gubernur, pak Kadis harus diskusi dan serap masukan dari praktisi bukan dari PNS dan orang orang yang bukan praktisi atau ahlinya,” tambahnya.

“Wujudkan ikan asap di Tarempa bisa jadi oleh oleh kuliner khas Kepri lebih baik dari pada sibuk dengan jembatan Babin, ” pungkasnya.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor : Pariadi

Reporter :Muhammad Amin