
Tanjungpinang,batamtv.com,- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tanjungpinang melakukan inspeksi mendadak (sidak) sejumlah pangkalan elpiji di Kota Tanjungpinang, Rabu (29/5/2024). Tindakan tersebut dilakukan untuk memastikan gas elpiji ukuran 3 kilogram terisi penuh sesuai takaran.
Sidak pertama dilakukan di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT. Bima Indraya. Kemudian, bergerak ke sejumlah pangkalan lain.
“Terutama untuk gas melon ukuran 3 Kg yang suka banyak dimainkan,” ujar Kepala Disperindag Kota Tanjungpinang, Riany, disela-sela sidak, Rabu (29/5/2024).
Riany mengatakan, perilaku mempermainkan isi gas sudah sering terjadi di Jakarta. Pengurangan itu mulai 200 gram sampai 1 kilogram. Untuk mengansipasi agar tidak terjadi i Tanjungpinang makanya dilakukan sidak.
Saat sidak, pihaknya menguji 80 tabung gas elpiji 3 Kg apakah sesuai takaran atau tidak. Kalau tidak ada pengurangan seharusnya berat 1 tabung yang terisi gas itu 8 Kg.
“Kami lakukan uji 80 tabung yang telah diisi, tapi hasilnya belum diketahui karena masih proses pengujian,” terangnya.
Kegiatan itu, disampaikan Riany bukan aduan dari masyarakat namun langkah antisipasi terlebih ada isu dari pusat karena ditemukan ketidaksesuaian isi tabung gas elpiji 3 Kg . “Kami tegaskan bahwa SPBE ini diawasi pemerintah,” sebutnya.
Karena itu, ia mengingatkan pemilik pangkalan gas di lapangan, kedepannya harus dibekali timbangan yang telah ditera oleh Disperindag Kota Tanjungpinang. Begitu pula air untuk memastikan tabung tidak bocor serta alat pemadam api ringan (Apar).
Editor : Sofyan Atsauri
Reporter : Dwi Susilo









































