Liga Arab Dukung Rekonstruksi Gaza di Bawah Pengawasan Otoritas Palestina

0
Tenda-tenda berjejer di pinggir jalan, mengelilingi reruntuhan bangunan yang hancur akibat perang Israel-Hamas di Jabalia, Gaza utara, 18 Februari 2025.(Foto : Omar Al-Qattaa/AFP)

Kairo,batamtv.com,- Para pemimpin negara Arab menyatakan dukungan mereka terhadap rencana rekonstruksi Jalur Gaza di bawah kepemimpinan Otoritas Palestina (PA). Hal ini disepakati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Liga Arab yang digelar di Cairo, Mesir, pada Selasa (4/3/2025).

Keputusan ini muncul sehari setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali menegaskan dukungannya terhadap rencana yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Diketahui, Trump sebelumnya mengusulkan agar Jalur Gaza diambil alih dan warganya direlokasi ke negara-negara tetangga.

Tidak hanya itu, Washington juga berambisi mengubah Gaza menjadi “Riviera Timur Tengah” sembari mendorong warganya untuk pindah ke Mesir atau Yordania. Usulan tersebut memicu reaksi keras dari komunitas internasional, termasuk dari negara-negara Arab. Ketidakpastian masa depan Gaza Meskipun Liga Arab menyatakan dukungan terhadap PA untuk memimpin Gaza, prospek tersebut masih jauh dari kepastian.

Israel sendiri menolak keterlibatan Otoritas Palestina dalam pemerintahan masa depan wilayah tersebut. Dalam masa jabatannya, Trump juga pernah menutup kantor penghubung Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington serta meningkatkan dukungan bagi Israel.

Sebagai respons terhadap langkah-langkah AS, KTT Liga Arab kali ini mengusulkan sebuah “rencana Arab yang komprehensif” dan menyerukan dukungan dari komunitas internasional. “Rencana ini akan berjalan seiring dengan upaya politik untuk mewujudkan negara Palestina, meski menghadapi penolakan dari para pemimpin Israel,” demikian pernyataan akhir KTT tersebut.

Pembentukan dana perwalian rekonstruksi Gaza Selain menyepakati peran Otoritas Palestina, KTT Liga Arab juga mengumumkan pembentukan dana perwalian untuk membiayai rekonstruksi Gaza. Dana tersebut akan dikelola dengan dukungan dari negara-negara donor dan lembaga keuangan untuk melaksanakan proyek pembangunan di wilayah tersebut.

Sebagai bagian dari rencana itu, KTT juga menegaskan pentingnya menyatukan perwakilan Palestina di bawah PLO—organisasi payung yang mendominasi Otoritas Palestina dan tidak mencakup kelompok Hamas. Di sisi lain, Hamas menyambut baik rencana KTT serta pembentukan komite sementara yang akan mengawasi bantuan, rekonstruksi, dan tata kelola Gaza. Namun, belum jelas apakah Hamas bersedia melepaskan kendalinya atas wilayah tersebut. Sementara itu, Israel dengan tegas menyatakan tidak akan menerima keterlibatan Hamas dalam pemerintahan Gaza di masa depan.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                   : Sofyan Atsauri

Sumber                : Kompas.com