Kim Jong Un Awasi Langsung Latihan Perang Tentaranya untuk Dikirim Lawan Ukraina

0
Foto tak bertanggal yang dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) via KNS pada 13 September 2024 ini menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) memeriksa uji coba penembakan peluncur roket ganda 600mm tipe baru di sebuah lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara.( KCNA VIA KNS/AFP)

Seoul,batamtv.com,- Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawasi langsung latihan perang tentaranya yang bakal dikirim untuk mendukung invasi Rusia ke Ukraina.

Demikian laporan intelijen Korea Selatan. Sebelumnya, pasukan Pyongyang yang tidak berpengalaman telah menderita banyak korban. Karena itu, Korea Utara melatih lagi pasukannya untuk lebih siap di medan perang.

Anggota parlemen Korea Selatan Lee Seong-kweun mengeklaim sedikitnya 100 tentara Korea Utara telah tewas dalam perang tersebut, mengutip pengarahan kepada parlemen oleh Badan Intelijen Nasional.

“Ada laporan bahwa sedikitnya 100 kematian dan yang terluka mendekati 1.000,” katanya, dikutip dari The Independent pada Kamis (19/12/2024). Anggota parlemen diberi tahu bahwa Korea Utara sedang mempersiapkan lebih banyak pasukan yang dikerahkan ke Rusia.

Menurut Lee, informasi dari intelijen juga menyebutkan pemimpin negara itu Kim Jong Un sedang mengawasi pelatihan. Diketahui, Ukraina dan sekutunya memperkirakan, Korea Utara telah mengerahkan antara 10.000 dan 12.000 tentara untuk membantu upaya perang Rusia. Pentagon mengatakan, sebagian besar tentara tersebut dikerahkan ke wilayah Kursk Rusia, tempat pasukan Moskwa memerangi serangan darat Ukraina sejak Agustus.

Mereka juga menuduh Korea Utara mengirimkan sistem artileri, rudal balistik, dan senjata lainnya untuk melengkapi persenjataan Rusia. Rusia dan Korea Utara tidak membenarkan atau membantah tuduhan tersebut.

Sementara itu, AS dan sembilan negara lainnya mengecam dugaan ekspor rudal balistik dan peralatan militer lainnya oleh Pyongyang ke Rusia untuk digunakan dalam perang Ukraina dalam pernyataan bersama pada Senin. Dukungan langsung Korea Utara terhadap upaya perang Rusia menandai perluasan konflik yang berbahaya.

Pada Kamis, Kemenlu Korea Utara mengatakan hubungannya dengan Rusia sedang “didistorsi” oleh Barat. Padahal, aliansi dengan Moskwa cukup normal dan sangat efektif. Pernyataan tersebut tidak menyebutkan keterlibatan Pyongyang dalam perang Ukraina atau korban yang diduga diderita pasukannya di Kursk.

Korea Utara menyalahkan Washington dan sekutunya karena memperpanjang perang Ukraina dan mengganggu situasi keamanan di Eropa dan Asia-Pasifik. Baru-baru ini, Washington dan Kyiv mengeklaim tentara Korea Utara mengalami banyak korban saat melawan pasukan Ukraina di wilayah perbatasan Rusia. Badan intelijen militer Ukraina mengatakan sedikitnya 30 tentara Korea Utara tewas atau terluka, sementara seorang pejabat AS menyatakan jumlah korban Korea Utara mencapai ratusan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunggah rekaman pesawat nirawak di Telegram yang mengeklaim rekaman itu menunjukkan tentara Korea Utara bertempur dalam perang.

“Pasukan pertahanan dan intelijen Ukraina sedang berupaya untuk menentukan seberapa besar kerugian sebenarnya yang diderita oleh unit-unit Rusia yang mencakup warga Korea Utara,” terangnya. Sementara militer Rusia mengambil tindakan untuk menyembunyikan identitas warga Korea Utara dengan membakar wajah mereka yang tewas dalam pertempuran, klaim Zelensky.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                    : Sofyan Atsauri

Sumber                  : Kompas.com