
Batam, batamtv.com – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat tidak serta-merta dapat menggantikan peran utama jurnalis. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, saat menghadiri rangkaian pelantikan ulang pengurus PWI Kepulauan Riau (Kepri) sisa masa bakti 2023–2028 di Batam.
Di hadapan ratusan wartawan dan jajaran Forkopimda Kepri di Ballroom Harmoni One, Batam Center, Akhmad Munir menekankan pentingnya integritas dan naluri kemanusiaan jurnalis di tengah perkembangan teknologi yang mampu memproduksi dan menyebarkan informasi dalam hitungan detik.
Menurutnya, meski AI memiliki kemampuan teknis dalam mengolah data, teknologi tersebut tidak memiliki nurani yang menjadi salah satu unsur penting dalam menjalankan profesi jurnalistik.
“Di era disrupsi informasi dan AI saat ini, wartawan harus tetap memegang teguh nilai pejuang dan profesionalisme. Wartawan wajib memiliki verifikasi hati dan perasaan, hal mendasar yang tidak akan pernah dimiliki oleh AI, walaupun teknologi bisa menduplikasi segalanya. Kita jangan sampai termanfaatkan oleh teknologi, melainkan harus jadi pengguna teknologi informasi yang bijak dan bermanfaat,” ucapnya.
Ia menambahkan, semangat “DNA Pejuang” yang melekat pada PWI sejak masa pra-kemerdekaan perlu terus dipertahankan insan pers dalam menghadapi perkembangan zaman.
Kehadiran Akhmad Munir di Batam juga menjadi bagian dari konsolidasi organisasi pasca-Kongres Persatuan pada Agustus 2025 yang mengakhiri dualisme kepengurusan di tubuh PWI.
Pesan mengenai pentingnya etika dan profesionalisme tersebut kemudian ditindaklanjuti PWI Kepri melalui kegiatan Orientasi Keorganisasian dan Kewartawanan (OKK) di Harmoni One serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar pada 18–19 September 2026 di Balairungsari BP Batam.
Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan, menyampaikan kesiapan lembaganya untuk terus bersinergi dengan insan pers yang mengedepankan integritas.
“Pers punya peran sangat besar dalam menyajikan informasi yang menyejukkan. Kami siap terus berkolaborasi dengan PWI demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Kepri,” ujar Iman.
Dukungan serupa disampaikan Wakapolda Kepri, Brigjen Pol. Anom Wibowo, yang didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Nona Pricilia Ohei. Ia menilai informasi yang akurat dan terverifikasi dibutuhkan untuk menjaga kondusivitas wilayah Kepulauan Riau.
“Peran media sangat besar dan kami banyak belajar dari berita yang disajikan. Kami berharap PWI Kepri terus menjadi organisasi yang menjawab tantangan masa depan sekaligus perekat antara pemerintah dan masyarakat,” tutur Anom.
Dengan tuntasnya rangkaian konsolidasi organisasi dan pelaksanaan UKW pada pertengahan September 2026, PWI Kepri melanjutkan penguatan kapasitas wartawan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan etika dan nilai kemanusiaan.
Sumber : PWI Kepri










































