Eisenkot Ogah Gabung Pemerintahan Netanyahu Meski Didesak Trump

0
Eisenkot Ogah Gabung Pemerintahan Netanyahu Meski Didesak Trump. (sumber : cnnindonesia)

Jakarta, batamtv.com – Oposisi sekaligus Ketua Partai Yashar Gadi Eisenkot dilaporkan enggan bergabung dengan pemerintahan Benjamin Netanyahu, meski didesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah negosiasi koalisi pemerintahan baru Israel yang sedang berlangsung.
Media Israel, KAN, menyampaikan laporan itu dengan mengutip sumber yang mengetahui pertemuan tertutup Eisenkot.

“Saya tak akan bergabung dengan pemerintahan yang dipimpin Netanyahu,” kata dia menirukan pernyataan EIsenkot, dikutip Anadolu Agency, Selasa (3/11).

“Jika Trump mengundang saya, saya akan menghargai presiden dan menghadirinya. Tapi, saya tekankan lagi bahwa ini urusan internal Israel dan saya akan mencegah campur tangan asing apapun,” imbuhnya.

Pernyataan itu muncul usai Netanyahu mengatakan terbuka untuk membicarakan pemerintahan yang lebih luas, dalam arti menggandeng blok Eisenkot. Namun kerja sama itu mengandung syarat, yakni Netanyahu tetap harus menjadi pemimpinnya.

Pemilihan umum (pemilu) Israel telah digelar pekan lalu, tetapi tak ada blok yang mencapai suara mayoritas untuk membentuk pemerintahan. Blok Netanyahu meraih 53 kursi, blok Eisenkot 48 kursi, sementara partai Arab Ra’am dan Joint List masing-masing meraih delapan dan 11 kursi parlemen.

Partai atau koalisi harus meraih 61 dari 120 kursi parlemen untuk bisa membentuk pemerintahan. Untuk membentuk pemerintahan tanpa menggandeng lawan, Netanyahu dan Eisenkot harus mengajak partai Arab masuk koalisi.

Namun, langkah ini hampir pasti tak akan diambil Netanyahu. Skenario lainnya adalah blok Netanyahu dan Eisenkot bergabung tanpa melibatkan partai Arab.

Eisenkot sementara itu sudah menyatakan membuka pintu bagi siapa saja yang ingin bergabung tetapi dengan syarat.

Syarat itu di antaranya mengakui Israel sebagai negara Yahudi, demokratis, liberal, dan egaliter; berkomitmen terhadap nilai-nilai Deklarasi Kemerdekaan Israel mencakup wajib militer, dinas nasional bagi seluruh warga; dan mengakui Hamas sebagai organisasi teroris.

Partai Joint List sudah menyatakan sikapnya dengan tetap berada di luar koalisi Eisenkot tetapi akan mendukung langkah yang bisa menggulingkan Netanyahu dari kursi perdana menteri.

sumber : cnnindonesia