Hamilton, Kanada, batamtv.com – Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dibuka pada Selasa (8/9), dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh Khalilur Rahman memimpin sebagai Presiden Sidang.
Dalam pembukaan sidang, Rahman menyerukan upaya baru untuk memulihkan kepercayaan terhadap multilateralisme. Ia mengatakan ketahanan PBB selama lebih dari delapan dekade mencerminkan pentingnya organisasi tersebut dalam menjaga perdamaian dan kerja sama global.
“Selama lebih dari delapan dekade, organisasi kita telah membantu dunia terhindar dari terjerumus ke dalam Perang Dunia Ketiga, yang bisa dibilang merupakan alasan utama keberadaannya,” kata Rahman.
Ia menambahkan, PBB bersama jajaran profesionalnya terus menjalankan berbagai misi kemanusiaan, termasuk membantu jutaan orang seperti pengungsi dan masyarakat terlantar di berbagai belahan dunia.
Selain itu, PBB berperan dalam mendukung perdamaian dan keamanan, memerangi penyakit kronis, serta membantu negara-negara menghadapi berbagai tantangan lintas batas.
Namun, Rahman mengakui PBB masih berulang kali gagal memenuhi harapan masyarakat dunia. Berbagai konflik, pencapaian pembangunan yang masih rapuh, serta dampak perubahan iklim yang semakin parah menjadi tantangan besar.
“Konflik terus menimbulkan penderitaan luar biasa bagi manusia, pencapaian pembangunan masih lemah dan rapuh, serta dampak iklim kian menghebat,” ujarnya.
Menurut Rahman, krisis yang saling bertumpuk telah mengikis kepercayaan terhadap tindakan kolektif dan lembaga internasional.
“Kesenjangan kepercayaan yang kian melebar sedang menguji keyakinan terhadap lembaga internasional dan tindakan kolektif; sebuah kesenjangan yang harus kita atasi dengan bekerja sama melalui dialog, kerja sama yang diperbarui, dan pencapaian hasil nyata,” jelasnya.
Rahman menegaskan tanggung jawab PBB saat ini bukan sekadar mempertahankan keberadaan organisasi, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat dunia melalui hasil kerja yang nyata.
“Janji saya untuk sidang ke-81 ini, Rekan dan Sahabat sekalian, adalah bekerja tanpa lelah untuk memulihkan kepercayaan terhadap lembaga ini, yang pada akhirnya menjadi penentu keberhasilan tindakan kolektif kita,” katanya.
Sidang ke-81 Majelis Umum PBB mengusung tema “Memulihkan Kepercayaan, Mengelola Transformasi: PBB yang Memberikan Hasil Nyata bagi Semua.”
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres turut mendukung kepemimpinan Rahman dan menyatakan kesiapan memberikan dukungan penuh dalam menjalankan peran tersebut.
Dalam pidatonya, Guterres menyebut pemulihan kepercayaan terhadap sistem global sebagai salah satu tantangan utama saat ini. Ia menyoroti konflik, risiko eskalasi nuklir, kemiskinan, gangguan iklim, serta perkembangan kecerdasan buatan yang belum memiliki tata kelola sebagai tekanan terhadap berbagai institusi global.
Menurut Guterres, tekanan tersebut dapat memengaruhi lembaga internasional, mulai dari Dewan Keamanan hingga sistem keuangan global.
Guterres kemudian menyerukan penguatan kerja sama melalui diplomasi, dialog, dan kolaborasi untuk memulihkan kepercayaan serta menciptakan masa depan yang lebih baik, sehat, dan damai bagi masyarakat dunia.
Sumber : ANTARA











































