Ketua TP PKK Kepri Ramah Masyarakat Kepri Peduli Terhadap Perempuan dan Anak

0

BINTAN, batamtv.com – Ketua TP-PKK Provinsi Kepri Hj. Dewi Kumalasari Ansar membuka Penguatan Aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Kabupaten Bintan di Kantor Camat Bintan Timur, Bintan, Senin (13/12). Acara tersebut ditandai dengan Pemakaian Rompi Penggerak PATBM dan Penyerahan Operasional serta memberikan bantuan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang ada di Kabupaten Bintan.

Hadir pada acara tersebut, Ketua DWP Provinsi Qori Lamidi, Kadis Sosial H. Doli Boniara, Anggota DPRD Bintan Hasriawady dan Aisyah, Kadis P3AP2KB Kab. Bintan Mardiah, Camat Bintan Timur Muhammad Sofyan, Tokoh Masyarakat, Ketua PATBM Kab. Bintan beserta seluruh Aktivis PATBM Se-Provinsi Kepri yang hadir secara virtual.

Dalam amanatnya, Hj. Dewi Kumalasari Ansar tumbuh berharap pengayoman dan perlindungan anak menjadi orang yang berkualitas, memiliki akhlak yang mulia, anak yang cerdas dan dapat berkembang usia sesuai kebutuhannya.

“Saya bersyukur, yakin dan tidak percaya karena kegiatan ini dapat memberikan pengayoman dan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Karena anak-anak adalah aset kita, generasi penerus kita dan yang akan memimpin kita,” harap Wakil Ketua I DPRD Provinsi.

Hj. Dewi Ansar melanjutkan, dimasa pandemi Covid-19 semua anggota keluarga selalu ada di rumah, yang artinya didalam rumah merupakan wadah atau lembaga yang memberikan pengayoman dan perlindungan kepada anggota keluarga.

“Namun, apa yang terjadi hari ini sangat populer dan sangat berharga bagi kita semua. Karena banyak sekali kasus-kasus, terkhusus kasus-kasus terhadap anak di bawah umum,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Dewi Ansar yang juga Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) menjelaskan Informasi dengan adanya seseorang pemimpin yayasan dari wadah pesantren dengan anak perempuan jumlah 21 orang diperkosa.

“A mirisnya 9 orang telah melahirkan dan 1 orang sudah 2 kali melahirkan anak yang sedang viral. Apalagi terhadap anak perempuan di Kepri, khusus di Tambelan (Bintan) dimana anak perempuan disabilitas yang diperkosa dan hamil,” jelasnya. (red)