
Batam, batamtv.com – Bandara Internasional Hang Nadim, Provinsi Kepulauan Riau, memproyeksikan jumlah penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026 mencapai sekitar 280 ribu orang.
Direktur Operasional PT Bandara Internasional Batam Anton Marthalius mengatakan angka tersebut diperkirakan meningkat sekitar tiga persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Anton, selama masa angkutan Lebaran yang berlangsung pada 13 hingga 30 Maret 2026, pergerakan penerbangan diproyeksikan mencapai sekitar 1.800 penerbangan dengan peningkatan jumlah pesawat sekitar satu persen.
Untuk mendukung kelancaran layanan selama periode tersebut, pihak pengelola bandara juga menyiapkan posko angkutan Lebaran yang akan beroperasi sepanjang masa mudik.
Ia menjelaskan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret, sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 28 Maret.
Pada periode puncak tersebut, pergerakan penumpang diperkirakan mencapai sekitar 18 ribu orang dalam satu hari, meningkat dibandingkan rata-rata harian yang biasanya berada di kisaran 10 ribu penumpang.
Untuk rute domestik, sejumlah kota masih menjadi tujuan utama penumpang dari Batam, antara lain Jakarta (Bandara Soekarno-Hatta), Medan melalui Bandara Kualanamu, Pekanbaru, Surabaya, Palembang, serta Padang.
Selain itu, sejumlah maskapai penerbangan telah mengajukan penambahan jadwal penerbangan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan selama musim mudik.
Anton menyebutkan terdapat usulan sekitar 266 penerbangan tambahan (extra flight) dari berbagai maskapai yang saat ini masih menunggu persetujuan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Sementara itu, untuk rute internasional, penerbangan dari dan menuju Malaysia masih menjadi salah satu jalur yang aktif dilayani dari Bandara Hang Nadim.
Pada 13 Maret 2026 dijadwalkan penerbangan perdana maskapai AirAsia untuk rute Batam–Kuala Lumpur.
Sebelumnya, rute tersebut dilayani satu kali penerbangan setiap hari oleh Batik Air. Dengan tambahan layanan AirAsia, frekuensi penerbangan di jalur tersebut menjadi dua kali sehari dan diharapkan dapat meningkatkan jumlah penumpang internasional.
Sumber : antarakepri









































