
Batam,batamtv.com, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Batam mengklaim pengawasan di likungan rutan dilakukan super ketat sehingga tidak mungkin narkoba bisa lolos. Pengawasan tersebut dilakukan dalam bentuk razia rutin yang dilakukan secara mendadak dan acak, oleh kalangan internal rutan maupun Aparat Penegak Hukum (APH).
” Kalau di sini (rutan) pengawasan ketat sekali. Sehingga kemungkinan narkoba bisa lolos sangat kecil. Ini kalau kita bicara sekarang ya…Tak tahu kalau tahun-tahun dulu, ” ujar Kepala Rutan Kelas IIA Batam Fajar Teguh Wibowo melalui Kajaga Ahad Riadi saat ditemui, Rabu (16/7/2025).
Ahad menyebutkan, untuk menghindari razia bocor di kalangan narapidana, ia kerap melakukan razia secara mendadak. Walau pun ia menyampaikan ke sejumlah napi akan merazia blok tertentu, tapi kenyataan razia dilakukan di blok lain yang tidak pernah disebutkan.
” Banyak sebenarnya trik kami dalam pengawasan ini. Intinya bagai mana rutan steril dari narkoba dan barang-barang terlarang lainnya,” tambahnya.
Pengawasan yang dilakukannya tidak hanya di dalam rutan tetapi juga di pintu masuk. Untuk bisa masuk rutan, pengunjung akan diperiksa berlapis. Mulai dari identitas, keperluan dan barang bawaan. Setelah melalui pemeriksaan, pengunjung juga diwajibkan untuk difoto.
” Di rutan ini hanya ada satu pintu masuk. Dari pintu masuk ini pemeriksaannya sangat ketat sekali,” katanya.
Karena itu, percuma kalau ada pihak yang mencoba melempar narkoba dari luar ke dalam rutan. Sebab, tidak bisa juga digunakan. Petugas akan tahu. Siapa yang mengambil barang haram itu.
” Saat ini, setiap melakukan razia yang ditemukan hanya sampah-sampah para narapidana,” kata Ahad yang asli anak Batam ini.
Mengenai tehknis pengamanan ini, Ahad mengatakan pimpinannya selalu mengikuti arahan melalui zoom meeting yang diselenggarakan Direktorat Pengamanan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Zoom meeting tersebut diikuti oleh perwakilan Rutan seluruh Indonesia.
” Jadi kita selalu di up date tentang pengaman ini. Apa langkah-langkah yang diambil Ketika menemukan satu persoalan yang menyangkut keamanan ini. Pokoknya kita bergerak itu sesuai prosedur lah, tidak bisa semau kita saja,” jelasnya.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Reporter : Azura Aronita










































