
Jakarta,batamtv.com, – Rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani di Pondok Karya, Tangerang Selatan didatangi rombongan tak dikenal dua kali pada Minggu (31/8/2025). Koordinator Keamanan RW 10 Mandar, Iqbal Rezeki Awal (46) mengatakan peristiwa bermula dari informasi alamat rumah Sri Mulyani yang tersebar di media sosial sejak Sabtu (30/8/2025) sore.
“Sekitar pukul 17.00 WIB, saya mendapat kabar dari teman-teman bahwa di media sosial banyak netizen yang menginfokan alamat Bu Sri Mulyani. Setelah itu saya langsung koordinasi di grup WA Keamanan RW,” kata Iqbal kepada Kompas.com, Senin (1/9/2025).
Sejak itu, pengurus lingkungan mulai menutup portal masuk dan meningkatkan pengawasan. Namun, keterbatasan muncul karena di sekitar kompleks rutin digelar pasar malam. Ia menjelaskan, portal bagian belakang tidak bisa ditutup total lantaran jalur itu kerap dilalui warga untuk menghindari kemacetan.
“Kami tidak bisa menutup akses kendaraan yang masuk ke Mandar dari pos belakang dikarenakan tiap hari Sabtu ada pasar malam,” kata dia. “Kemacetan yang ditimbulkan membuat warga dari Jalan Beruang dan Kuricang melewati Mandar Utama untuk menghindari kemacetan pasar malam agar bisa keluar ke Jalan Bintaro Utama,” sambung dia.
Kemudian, pengamanan semakin diperketat. Ketua RT, RW, dan aparat dari Koramil hingga Polsek sempat berjaga di sekitar rumah Sri Mulyani. “Sekitar pukul 21.30 WIB pengamanan dari Koramil tiba. Tidak lama kemudian Ibu Kapolsek hadir bersama jajaran untuk memonitor lokasi,” kata Iqbal.
Situasi sempat terkendali, tetapi hari Minggu, sekitar pukul 01.00 WIB, rombongan orang tak dikenal mulai berkumpul di Jalan Raya Bintaro Utama. Setengah jam kemudian, tepatnya pukul 01.30 WIB, terjadi bentrokan di Portal Pos Depan perumahan Sri Mulyani. Karena kondisinya ramai dan tidak kondusif, akhirnya mundur untuk menyelamatkan diri. “Untuk menghindari bentrokan, portal pos depan terpaksa dibuka karena massa yang memaksa masuk Mandar semakin banyak,” kata Iqbal.
Rombongan tersebut masuk ke rumah Sri Mulyani menjarah barang-barang hingga pukul 02.00 WIB. Pada pukul 02.30, rombongan tak dikenal kembali datang. Namun pihak keamanan kompleks berhasil mengajak sekelompok orang tersebut untuk mediasi. Akhirnya mereka membubarkan diri. Pada pukul 03.30 WIB, rumah milik Sri Mulyani kembali dijarah orang tak dikenal.
“Padahal tidak ada barang-barang berharga tapi massa tetap memaksa masuk. Mereka mulai menjarah sisa-sisa barang yang ada dan selesai menjelang subuh,” kata Iqbal.
Lebih lanjut, Iqbal menuturkan, sebagian pelaku terlihat mabuk dan hanya ikut-ikutan. Namun, ada juga yang benar-benar berniat menjarah. Pasalnya, mulai dari barang-barang milik penghuni rumah hingga asisten rumah tangga disebut ikut diambil.
“Kalau yang niat, dia akan ngerebut lagi barangnya. Sampai ada yang bilang, ‘ini duit rakyat’, begitu. Tapi kalau yang cuma ikut-ikutan, ditegur sama Marinir langsung dikasih (dibalikin),” kata dia. Hingga kini, rumah Sri Mulyani masih dijaga aparat TNI dan patroli polisi. “Sekarang sih sudah ada TNI, patroli polisi juga masih sering datang. Tapi warga tetap waswas. Kami berharap ada tambahan armada pengamanan supaya lebih tenang,” ucap dia.
Dua pelaku ditangkap Dua pemuda ditangkap polisi karena diduga menjarah rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani di Pondok Karya, Pondok Aren. Awalnya, kedua pemuda itu mengaku hanya menemukan sejumlah barang curian yang tercecer di pinggir jalan. Kemudian, mereka menyerahkan barang tersebut kepada polisi yang saat itu sedang patroli di sekitar lokasi kejadian, Minggu.
“Yang kami lihat barang berupa mainan anak-anak maupun peralatan makan. Mereka bercerita barang tersebut ditemukan bercecer di pinggir jalan,” ujar Panit Binmas Polsek Pondok Aren IPTU Rahmat Gunawan kepada wartawan, Senin.
Namun setelah menerima barang-barang tersebut, petugas kepolisian mencurigai kedua pelaku dan melakukan pemeriksaan sementara. Polisi kemudian mencocokkan dengan rekaman video yang beredar di media sosial. Dari hasil penyelidikan, keduanya terbukti ikut dalam aksi penjarahan di rumah Sri Mulyani.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Sumber : Kompas.com









































