read news – Siswa di Bulang Butuh Bantuan Transportasi Laut untuk Bersekolah

0
Reses Anggota DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin (tengah berkacamata) saat gelaran reses di Bulang, Kamis (8/12/2022). Wahyu mengatakan  siswa SMA di Pulau Bulang saat ini harus naik kapal kayu beberapa kilometer untuk bersekolah di SMA N 11 Batam di Pulau Buluh hingga menghabiskan 300 ribu perbulan untuk ongkos. (Foto : Muhammad Amin - batamtv.com)   
Reses Anggota DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin (tengah berkacamata) saat gelaran reses di Bulang, Kamis (8/12/2022). Wahyu mengatakan  siswa SMA di Pulau Bulang saat ini harus naik kapal kayu beberapa kilometer untuk bersekolah di SMA N 11 Batam di Pulau Buluh hingga menghabiskan 300 ribu perbulan untuk ongkos. (Foto : Muhammad Amin - batamtv.com)   

BATAM, batamtv.com – Sejumlah persoalan warga disampaikan kepada anggota DPRD Kepri dalam rangkaian reses 2022. Persoalan persoalan yang membelit warga seperti mahalnya biaya transportas laut bagi anak sekolah, warga yang  belum menikmati  listrik 24 jam dan juga pembangunan jembatan penghubung.

Persoalan persoalan itu disampaikan warga Pulau Bulang, Kecamatan Bulang, Kota Batam saat pelaksanaan reses yang ditaja Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin.

Usai menggelar reses Wahyu mengatakan kondisi siswa SMA di Pulau Bulang saat ini harus naik kapal kayu beberapa kilometer untuk bersekolah di SMA N 11 Batam di Pulau Buluh.

“Orang tua siswa harus mengeluarkan biaya Rp300 ribu untuk ongkos transportasi per bulan, belum termasuk uang sekolah/SPP dan uang saku,” Wahyu Wahyudin, kata Wahyu, Kamis (8/12/2022). Warga  berharap pemerintah menyediakan bantuan transportasi untuk meringankan biaya sekolah.

Persoalan lainnya sebut Wahyu soal  warga juga ingin mengakses listrik 24 jam, lengkap dengan lampu penerangan jalan. Selama ini  warga kedua pulau tersebut masih mengandalkan listrik yang beroperasi mulai pukul 17:00 WiB-7:00 WIB.

“Mohon menjadi prioritas pak Gubernur. Untuk lampu jalan, mungkin bisa gunakan CSR, yang penting listrik 24 jam dulu,” tuturnya.

Asapirasi lainnya yang disampaikan warga Pulau Bulang supaya  pemerintah membangun jembatan penghubung Pulau Bulang Lintang-Pulau Bulang Kebam.

Selama ini  mobilitas penduduk dari  700 kepala keluarga  kedua pulau yang selama ini menggunakan pompong atau sampan.  “Mereka meminta pemerintah membangun jembatan penghubung antara Pulau Bulang Bintang dan Bulang Kebam. Anggarannya nggak besar paling 1-2 miliar Rupiah,” ujarnya.

Editor : Pariadi

Reporter : Muhammad Amin