read news – Rakortek Kemenkes RI Digelar di Batam, Jefridin: Gairahkan Pariwisata

0
Setdako Batam, Jefridin  yang hadir dalam acara Rakortek Program P2P Tahun 2022 Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI.  Senin (10/10/2022). (F: muhammad amin-batamtv.com)
Setdako Batam, Jefridin  yang hadir dalam acara Rakortek Program P2P Tahun 2022 Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI.  Senin (10/10/2022). (F: muhammad amin-batamtv.com)

BATAM, batamtv.com – Pemko Batam merasa gembira saat mengetahui saat ini ada program yang berisi tentang bagaimana pencegahan dan pengendalian penyakit yang digagas Kementrian Kesehatan RI.

Bahkan keseriusan ini diwujudkan dalam sebuah rapat teknis membahas program. Acara  bernama Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Program P2P Tahun 2022 itu sukses digelar di Kota Batam.

Hadir juga dalam Rakortek Program P2P Tahun 2022 Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam pun  mengapresasi dan menyambut baik kegiatan yang sangat positf bagi Kota Batam.

“Jika program berjalan dengan baik, kami sangat mendukung,  karena sangat menggairahkan  sektor pairiwisata,” kata Setdako Batam, Jefridin  yang hadir mewakili Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Senin (10/10/2022).

Lanjut Jefridin,  dengan adanya kegiatan ini tentu membuktikan bahwa Batam aman dan nyaman. Sehingga hal ini tentunya juga dapat meningkatkan kepercayaan lembaga negara lainnya atau swasta untuk menyelengarakan kegiatan di Batam.

Jefridin mengatakan saat ini di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Kota Batam terus melakukan pembangunan sejumlah infrastruktur. Mulai dari Bandara Hang Nadim, pelabuhan hingga infrastruktur jalan.

“Pesan Pak Wali, bagi bapak dan ibu sekalian silakan keliling melihat dan menginap di Batam,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan pihaknya tengah menyiapkan KEK Kesehatan yang bertajuk Layanan Kesehatan Internasional Sekupang, Batam.

“Beberapa pasar potensial yang dimiliki KEK Kesehatan Batam beberapa diantaranya adalah, industri farmasi dengan nilai investasi Rp 110 triliun dan industri peralatan medis dengan nilai investasi Rp 49 triliun,” kata Rudi.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), masyarakat Indonesia telah menghabiskan Rp 160 triliun per tahun atas biaya perawatan yang dilakukan di luar negeri, terutama di Singapura dan Malaysia.

Batam akan menangkap peluang tersebut melalui KEK Kesehatan. Dengan luas lahan 44,5 hektar dan nilai investasi senilai USD 215 juta, BP Batam akan mengembangkan rumah sakit bertaraf internasional, farmasi dan peralatan medis, serta akomodasi.

“Harapannya, pengembangan KEK ini bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat Kepulauan Riau khususnya Kota Batam, sehingga tidak perlu lagi melakukan pengobatan di luar negeri,” ujarnya.

editor : abyaqsa ra

reporter : muhammad amin