
BATAM, batamtv.com – Kota Batam adalah salah satu kota yang terus berusaha mengendalikan kasus stunting di Kota Batam. Melalui Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad yang juga menjadi Ketua Percepatan Pengentasan Stunting Kota Batam, Kota Batam bertekat untuk mewujudkan Batam bebas stunting .
Untuk memuluskan tujuan ini, Pemko Batam menggandeng semua elemen untuk mengatasi stunting . Salah satunya dengan menggelar pelatihan untuk para kader yang bertugas menjadi pendaming para keluarga yang terkena stunting.
Pada 2035 yang Indonesia diestimasikan berada pada puncak produktivitas (bonus demografi), 60-65 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif.
“Menyongsong generasi emas di 2045 mendatang butuh upaya, dan salah satunya dengan menekan stunting, dan melahirkan generasi sehat, kuat, dan cerdas,” ujar Amsakar Achmad, usai membuka pelatihan Tim Pendamping keluarga untuk penanganan stunting, Senin (20/3).
Amsakar menyebutkan jika bayi-bayi dan anak yang lahir sekarang ini berisiko stunting, sulit untuk mencapai Indonesia emas.
“Jadi ini tugas jihad fisabilillah, niatkanlah dalam hati, bekerjalah secara iklas. Kader Posyandu memang sudah terlatih dari dulu bekerja tanpa pamrih.,” beber Wakil Wali Kota Batam ini.
Dalam pelatihan ini diikuti 1.362 orang, dan 544 kelompok akan bertugas dalam membantu pemerintah menuntaskan persoalan stunting di Batam.
“Penanganan stunting tidak selesai hanya di saya, BKKBN, camat. Namun peran penting dan besar kader ini lah yang menjadi ujung tombak dalam menuntaskan stunting,” ujarnya.
Ia menyebutkan, ada dua kontribusi yang kader lakukan, pertama berkontribusi untuk bangsa dan negara. Tugas dan fungsi kader dalam menciptakan generasi unggul dimulai dari sekarang.
Ia mengapresiasi kesediaan kader dalam membantu pemerintah, dalam mengentaskan stunting ini.
Batam berketegori daerah dengan penanganan stunting sangat baik. dari waktu ke waktu grafik menukik ke bawah, dari tahun sebelumnya 6 persen menjadi 3 persen.
Edukasi mencegah stunting sudah dimulai dari hulu. Calon pengantin (catin) harus diberikan pemahaman agar melahirkan generasi yang sehat, dan tidak stunting.
Editor : Oktarian
Reporter : Abyaqsa Ramadan









































