read news – Anggota DPRD Batam Hendra Asman Sampaikan Komplain Warga soal Air

0
Komplain layanan air bersih disampaikan oleh Anggota DPRD Kota Batam Hendra Asman yang ditujukannya langsung ke  Corporate Communication SPAM Batam, Ginda Alamsyah. (Foto : abyaqsa ramadan - batamtv.com)
Komplain layanan air bersih disampaikan oleh Anggota DPRD Kota Batam Hendra Asman yang ditujukannya langsung ke  Corporate Communication SPAM Batam, Ginda Alamsyah. (Foto : abyaqsa ramadan - batamtv.com)

BATAM, batamtv.com – Komplain warga terkait matinya suplai air di Kota Batam terus mengalir. Bahkan matinya layanan air bersih ini sampai merambah ke lokasi pusat pemrintahan.

Kali ini komplain disampaikan oleh Anggota DPRD Kota Batam Hendra Asman yang ditujukan langsung ke  Corporate Communication SPAM Batam, Ginda Alamsyah.

Komplain ini ditruskan Hendra yang menerima aduan dari warga terkait matinya layanan air bersih.

Hndra mngatakan  banyak rekan-rekannya baik yang UMKM dan Pengusaha mengeluh persoalan distribusi air. Situasi ini menurutnya sangat mengganggu iklim investasi.

Pasca pandemi Covid-19 mereda, pertumbuhan ekonomi di Kota Batam mulai membaik. Namun harus dirusak dengan pelayanan air yang merupakan kebutuhan dasar manusia.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam ini mendesak PT Air Batam Hilir (ABH) untuk menuntaskan persoalan air yang saat ini masih terus dikeluhkan warga.

Ia juga meminta kepada PT Moya Indonesia, PT ABH untuk membuka blue print (cetakan biru) terkait keberadaan pipa air. Agar ketika pengerjaan jalan, tidak terjadi kecelakaan seperti pipa pecah akibat alat berat.

“Dari kemarin kami sampaikan, mana blue print pipa di Batam ini. Mereka tak sanggup memberikan. Nah, kalau sekarang gangguan air, alasan mereka pipa pecah akibat pengerjaan jalan. Jadi ini harusnya bisa dihindari kalau blue print ya jelas,” ujarnya, Jumat (4/8/2023).

Menurutnya, Badan Pengusahaan (BP) Batam juga harus ikut serta memberikan solusi sebagai instansi yang memilih PT Air Batam Hilir untuk mengelola air di wilayah Batam.

“Oleh sebab itu saya minta BP Batam dengan pengelola air di Kota Batam ini ayo duduk bersama, termasuk juga OPD yang mengerjakan pelebaran jalan ini duduk bersama dan kembali membuka blue print-nya,” katanya.

Terkait perbaikan instalasi air, menurut Asman dari retribusi air yang dibayar masyarakat, itu bisa digunakan untuk perbaikan pipa. Ia menyebutkan, dulu pengelolaan air cukup baik, sehingga keluhan bisa diminimalisir.

“Kalau sekarang alasan mereka mau perbaiki butuh biaya besar, dan lainnya. Saya rasa itu hanya alasan. Karena warga ini kan bayar mereka, bukan pakai air gratis,” imbuhnya.

Gangguan suplai air ini jika terjadi terus menerus bisa merusak iklim investasi di Batam. Di tengah perbaikan pariwisata, malah Batam mengalami krisis air.

Editor : Oktarian 
Reporter : Abyaqsa Ramadan