Jakarta, batamtv.com – Produk diagnostik buatan Indonesia semakin menunjukkan daya saing di tingkat internasional melalui penguatan investasi, inovasi, dan standar mutu global.
Hal ini ditunjukkan oleh PT Virtue Diagnostics Indonesia yang mampu menghadirkan produk In Vitro Diagnostics (IVD) tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga menembus pasar ekspor.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Industrial Symposium pada ajang INDOHEALTHCARE GAKESLAB Expo 2026, yang menjadi wadah untuk menunjukkan sinergi antara investasi global dan kemampuan manufaktur lokal dalam menghasilkan produk berkualitas.
Founder & Global CEO Virtue Diagnostics, Johnson Zhang, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat manufaktur diagnostik di Asia Tenggara, terutama dengan kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat.
“Indonesia memiliki tantangan geografis dan akses layanan kesehatan yang beragam, sehingga membutuhkan solusi diagnostik yang inovatif dan diproduksi secara lokal,” ujar Johnson.
Ia menjelaskan, perusahaan telah membangun fasilitas manufaktur modern di Cikarang seluas 12.200 meter persegi dengan kapasitas produksi lebih dari 1.000 unit instrumen diagnostik per tahun dan 6.000 liter reagen per hari.
Selain itu, perusahaan juga terus mengembangkan inovasi, termasuk lini diagnostik molekuler dan teknologi immunology berbasis cartridge untuk memperkuat portofolio produk.
Saat ini, Virtue Diagnostics telah mengantongi izin edar untuk 193 produk diagnostik di Indonesia, dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen pada berbagai platform, seperti imunologi, biokimia, hematologi, hingga diagnostik molekuler.
Produk-produk tersebut turut mendukung program prioritas pemerintah, seperti cek kesehatan gratis, eliminasi tuberkulosis 2030, serta skrining kanker serviks.
Associate Commercial Director PT Virtue Diagnostics Indonesia, Kurniasari Endah, menyebut membangun kepercayaan terhadap produk lokal menjadi tantangan tersendiri di tengah dominasi merek global.
Namun, strategi yang mengedepankan kualitas, inovasi, dan layanan purna jual terbukti mampu meningkatkan kepercayaan pengguna di berbagai fasilitas kesehatan.
Hingga pertengahan 2026, perusahaan telah memproduksi lebih dari 150 unit instrumen diagnostik dan 31.000 kit reagen yang digunakan di rumah sakit dan laboratorium di seluruh Indonesia.
Dari sisi kualitas, produk tersebut juga telah memenuhi standar internasional melalui sertifikasi ISO 13485 yang menjamin sistem manajemen mutu alat kesehatan.
Keberhasilan produk diagnostik Indonesia juga ditunjukkan melalui ekspor reagen dan instrumen ke Filipina, menjadi bukti bahwa produk dalam negeri mampu bersaing di pasar global.
Ke depan, perusahaan akan terus memperluas investasi, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperkuat riset dan pengembangan guna memperluas pasar ekspor dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
Sumber : InfoPublik











































