Kriyanusa 2026 Dorong Perajin Indonesia Tembus Pasar Global

0
Sumber : InfoPublik

Jakarta, batamtv.com – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) mendorong para perajin Indonesia meningkatkan daya saing produk agar mampu menembus pasar internasional melalui pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026.

Ketua Bidang Promosi dan Humas Dekranas, Indri Angga Raka Prabowo, mengatakan kerajinan Indonesia tidak sekadar merupakan hasil keterampilan tangan, tetapi juga bagian dari warisan budaya, identitas bangsa, sekaligus memiliki potensi sebagai sumber pertumbuhan ekonomi kreatif dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kria bukan sekadar hasil keterampilan tangan, melainkan warisan budaya, identitas bangsa, sekaligus sumber daya ekonomi kreatif yang mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Indri dalam konferensi pers Kriyanusa 2026 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Menurut Indri, Kriyanusa menjadi ruang untuk mempertemukan para perajin dengan masyarakat luas, pelaku usaha, serta mitra global. Melalui pameran tersebut, Dekranas ingin memastikan para perajin Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang dan bersaing di pasar global.

Kriyanusa 2026 mengusung tema “Cipta Kria Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Tema tersebut mencerminkan upaya mendorong produk kerajinan Indonesia agar semakin kuat dan berdaya saing, dengan tetap mempertahankan karakter serta akar tradisi.

Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, mengatakan Kriyanusa 2026 tidak hanya menjadi ruang pamer produk kerajinan, tetapi juga wadah promosi dan pertemuan antara perajin dengan masyarakat, pelaku usaha, serta calon pembeli.

“Kita ingin mencapai pasar dunia karena pasar internasional itu sangat luas. Oleh sebab itu kami dari Dewan Kerajinan Nasional ingin membantu daerah agar bersama-sama meningkatkan segala aspek produk kerajinan, baik dari daya saing, kualitas, mutu, kreativitas, dan lain-lain,” ujar Tri Tito.

Menurut Tri Tito, pengembangan kerajinan juga perlu memperhatikan keberlanjutan, termasuk aspek lingkungan. Produk kerajinan diharapkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan kebutuhan pasar global.

Ia menyebutkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), serapan ekspor kerajinan Indonesia pada 2025 mencapai sekitar Rp20 triliun. Dekranas mendorong agar capaian tersebut terus meningkat melalui penguatan kualitas dan daya saing produk.

Kriyanusa 2026 akan berlangsung pada 26–30 September 2026 di Jakarta Convention Center (JCC). Persiapan penyelenggaraan disebut telah mendekati 100 persen, termasuk kurasi produk, peserta, promosi, hingga rangkaian acara pendukung.

Ketua Panitia Pelaksana Kriyanusa 2026, Ayu Heni Rosan, mengatakan pameran tahun ini diikuti 217 peserta dengan 410 stan yang berasal dari Dekranasda provinsi, kabupaten/kota, kementerian dan lembaga, peserta umum, yayasan, hingga sektor kuliner.

“Kami berharap masyarakat datang langsung ke pameran, tidak hanya melihat produk-produk dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, tetapi juga mendukung dengan membeli produk UMKM kita,” ujarnya.

Kriyanusa 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, antara lain fashion show, talk show, lokakarya gratis, pelatihan praktis bagi perajin, serta hiburan dan pertunjukan seni budaya.

Selain itu, penyelenggara menghadirkan pengalaman digital imersif yang memungkinkan pengunjung berinteraksi dengan tampilan digital. Konsep tersebut menjadi salah satu pembaruan dalam penyelenggaraan Kriyanusa tahun ini.

Sumatera Selatan dipilih menjadi ikon Kriyanusa 2026. Konsep budaya Sumatra Selatan akan dihadirkan dalam desain pameran maupun panggung utama, sekaligus menjadi ruang bagi daerah tersebut untuk memperkenalkan produk kerajinan dan kekayaan budaya dari 17 kabupaten/kota.

Ketua Dekranasda Provinsi Sumatra Selatan, Feby Herman Deru, mengatakan kepercayaan tersebut menjadi momentum bagi Sumatra Selatan untuk mempromosikan sekaligus memasarkan berbagai produk kerajinan daerah.

“Kabupaten kota itu kaya akan warisan budaya kita. Kami juga mempunyai konsep dalam kegiatan ini, yaitu Kampung Sumatera Selatan, di situ bisa sambil duduk, melihat, kemudian melihat langsung dan membeli produk-produk wastra yang ada di Sumatra Selatan,” ujarnya.

Melalui Kriyanusa 2026, Dekranas berharap pameran dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para perajin, tidak berhenti pada transaksi selama pameran, tetapi membuka akses promosi, jaringan usaha, dan peluang pasar yang lebih luas, termasuk ke mancanegara.

Para peserta juga mendapat kesempatan mengikuti lomba produk potensial yang dapat membuka peluang untuk tampil dalam pameran lain di dalam maupun luar negeri.

Dengan tema “Cipta Kria Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, Kriyanusa 2026 diarahkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kerajinan nasional, sekaligus membawa karya perajin Indonesia agar semakin dikenal dan memiliki daya saing di pasar global.

Sumber : InfoPublik