Kim Jong Un Murka, Peluncuran Kapal Perang Gagal karena Kecelakaan

0
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un saat berpidato di Universitas Pertahanan Nasional untuk memeringati 60 tahun berdirinya kampus itu, di Ibu Kota Pyongyang, 7 Oktober 2024. (AFP PHOTO/KCNA via KNS)

Pyaongyang,batamtv.com, – Upacara peluncuran kapal perang Korea Utara pada Rabu (21/5/2025) yang seharusnya menjadi momen besar yang membanggakan malah berubah menjadi petaka karena kecelakaan besar.

Media resmi Korea Utara, KCNA, melaporkan, terjadi kecelakaan serius dalam upacara peluncuran kapal perusak baru seberat 5.000 ton di kota pelabuhan timur Chongjin. KCNA menyebutkan, kecelakaan tersebut disebabkan komandan yang tidak berpengalaman dan adanya kecerobohan dalam operasional, sebagaimana dilansir AFP, Kamis (22/5/2025).

Kecelakaan tersebut membuat keseimbangan kapal perang goyah dan beberapa bagiannya menjadi hancur. Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un menyaksikan langsung keseluruhan insiden tersebut dan langsung menumpahkan kemurkaannya.

Dia mengatakan, kecelakaan tersebut merupakan tindakan kriminal yang disebabkan oleh kecerobohan. Kesalahan tersebut tidak bisa dia terima. Kim berujar, para perwira dan pejabat yang bertanggung jawab akan “ditindak” dalam rapat pleno Komite Sentral Partai yang akan diselenggarakan bulan depan.

Sebelumnya, Korea Utara meluncurkan kapal kelas perusak seberat 5.000 ton bernama Choe Hyon bulan lalu. Pada saat itu, KCNA menayangkan gambar Kim menghadiri upacara peluncuran bersama putrinya, Kim Ju Ae, yang oleh banyak ahli dianggap sebagai calon penggantinya. Pyongyang mengeklaim, kapal itu dilengkapi dengan “senjata paling kuat”, dan akan mulai beroperasi awal tahun depan. Beberapa analis mengatakan, kapal itu dapat dilengkapi dengan rudal nuklir taktis jarak pendek.

Hubungan dengan Rusia Di sisi lain, Korea Selatan menyebutkan, Korea Utara berhasil membangun Choe Hyon karena dibantu oleh Rusia.

Ahn Chan-il, seorang pembelot Korea Utara yang beralih menjadi peneliti dan mengelola lembaga think tank World Institute for North Korea Studies, menyampaikan bahwa kapal perang yang baru diluncurkan itu mungkin juga dibangun dengan bantuan Rusia.

Chongjin, kota Korea Utara tempat upacara peluncuran diadakan, dekat dengan pelabuhan Vladivostok Rusia. “Kemungkinan besar jadwal yang diproyeksikan untuk kapal itu, termasuk kapan perakitannya selesai dan peluncurannya, dibagikan dengan pihak Rusia,” kata Ahn kepada AFP.

“Tampaknya dermaga itu dibangun dengan tergesa-gesa, dan beberapa masalah mungkin muncul selama proses pembuatan kapal,” sambungnya.

Pada April, Korea Utara mengonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa pihaknya telah mengerahkan pasukan ke Rusia guna mendukung Moskwa dalam perang Ukraina. Moskwa dan Pyongyang baru-baru ini juga mengumumkan mereka telah mulai membangun jembatan jalan pertama yang menghubungkan kedua negara tetangga tersebut. Sejumlah ahli telah lama memperingatkan bahwa Korea Utara yang bersenjata nuklir mungkin sedang menguji senjata untuk diekspor ke Rusia guna dipakai untuk melawan Ukraina.

Pada Maret, Kim memeriksa sebuah proyek yang berkaitan dengan pembangunan kapal selam bertenaga nuklir.

Dia menegaskan bahwa memperkuat angkatan laut Korea Utara secara “radikal” merupakan bagian penting dari strategi pertahanan Pyongyang.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                   : Sofyan Atsauri

Sumber                 : Kompas.com