Berlin,batamtv.com,- Resesi berarti perekonomian sedang menyusut. Jerman adalah satu-satunya negara di Uni Eropa yang telah mengalami hal ini selama dua tahun berturut-turut. Pada 2024, jumlah perusahaan yang tutup sama banyaknya dengan jumlah perusahaan yang tutup pada tahun 2011 saat terjadi krisis parah keuangan dan ekonomi.
Sektor industri yang membutuhkan banyak energi telah dan terus terpukul keras akibat tingginya harga listrik. Namun, kekurangan tenaga kerja dan pekerja terampil di masyarakat yang secara demografis menua dan tingginya biaya birokrasi juga tercermin di berbagai perusahaan.
Pemerintah baru di Berlin sudah mulai bertugas, dan ingin memperbaiki situasi dengan cepat dan berkelanjutan. Tetapi tidak ada pemulihan spontan yang dapat dan tidak akan pernah bisa terjadi. Pemerintah harus menerima kenyataan ini dari komite penasihat ekonominya. Dalam laporan musim seminya, Dewan Pakar Ekonomi Jerman berbicara tentang fase kelemahan yang nyata dan secara praktis mengesampingkan pemulihan yang cepat.
Tidak lagi kompetitif di mata internasional Kelima profesor ekonomi tersebut memprediksi stagnasi, yakni pertumbuhan nol, pada tahun 2025. Pada tahun 2026, ekonomi dapat pulih sedikit dengan pertumbuhan satu persen. Namun para ahli percaya bahwa masih belum dapat dipastikan apakah Jerman akan mampu kembali meraih kesuksesan ekonomi dalam jangka menengah dan panjang.
Ekonomi Jerman menjadi semakin kurang kompetitif di seluruh dunia. Invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 dan penghentian pasokan gas Rusia merupakan faktor penentu. Model bisnis Jerman yang sukses dalam memproduksi produk yang diminati secara global, dengan menggunakan energi murah dan rekayasa canggih telah menjadi sejarah.
“Persyaratan birokrasi dan prosedur persetujuan yang panjang memperlambat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” tulis laporan yang disusun para pakar ekonomi tersebut. Presiden AS Donald Trump juga memiliki pengaruh negatif.
Kebijakan tarif membahayakan pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia, tetapi memiliki konsekuensi negatif khususnya bagi ekonomi Jerman yang berorientasi ekspor. Untuk meringankan beban perusahaan, Menteri Ekonomi Jerman Katherina Reiche bermaksud memperkenalkan langkah-langkah awal pada pertengahan Juli.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Sumber : Kompas.com











































