Investasi Batam Tumbuh, Penyerapan Tenaga Kerja Capai 40.943 Orang

0
Hingga Semester I 2026, realisasi investasi Batam terus tumbuh dan mendorong penyerapan tenaga kerja hingga 40.943 orang, atau bertambah 9.964 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi kado istimewa bagi Batam dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Batam, batamtv.com – Realisasi investasi Batam hingga Semester I 2026 terus menunjukkan pertumbuhan dan mendorong penyerapan tenaga kerja hingga 40.943 orang. Jumlah tersebut bertambah 9.964 orang atau tumbuh 32,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian tersebut menjadi salah satu kado bagi Batam dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pertumbuhan investasi dinilai turut membuka peluang kerja dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, penguatan ekonomi menjadi salah satu fokus pembangunan Batam.

Amsakar mengatakan, pertumbuhan investasi menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Namun, menurutnya, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai penanaman modal, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat.

“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha, dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar, Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, investasi yang masuk harus memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah. Karena itu, Pemko Batam bersama BP Batam terus mendorong percepatan realisasi investasi, pengembangan industri dan pembukaan lapangan kerja.

“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” katanya.

Penyerapan Tenaga Kerja Meningkat

Jumlah tenaga kerja yang terserap dari kegiatan investasi meningkat dari 30.979 orang pada Semester I 2025 menjadi 40.943 orang pada Semester I 2026.

Artinya, terdapat tambahan 9.964 tenaga kerja atau pertumbuhan sebesar 32,16 persen dalam setahun. Peningkatan tersebut menunjukkan aktivitas investasi di Batam semakin memberikan dampak terhadap kesempatan kerja.

Amsakar menilai bertambahnya lapangan kerja merupakan bagian penting dari tujuan pembangunan. Investasi diharapkan memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

“Batam harus terus tumbuh sebagai kota investasi yang kompetitif, produktif, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kita jaga kepercayaan investor, kita percepat realisasi investasi, dan kita pastikan pertumbuhan ekonomi Batam semakin kuat,” ujarnya.

Pelayanan Investasi Terus Diperkuat

Sementara itu, Li Claudia Chandra mengatakan pertumbuhan investasi harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan kepada dunia usaha. Menurutnya, investor membutuhkan kepastian sejak proses awal penanaman modal hingga proyek beroperasi.

“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” kata Li Claudia.

Pemko Batam bersama BP Batam dan seluruh pemangku kepentingan, lanjutnya, akan terus memperkuat koordinasi agar kebutuhan investor dapat direspons secara cepat dan tepat.

“Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di Batam,” ujarnya.

Li Claudia menambahkan, keberhasilan investasi pada akhirnya harus dirasakan masyarakat. Selain menciptakan lapangan kerja, investasi diharapkan memperkuat industri lokal, meningkatkan aktivitas ekonomi dan daya saing Batam.

Realisasi Investasi Capai Rp29,89 Triliun

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam pada Semester I 2026 mencapai Rp29,89 triliun, terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp17,80 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp12,09 triliun.

Capaian tersebut tumbuh 27,31 persen secara tahunan dibandingkan Semester I 2025.

Sementara berdasarkan metode bottom-up BP Batam, realisasi investasi mencapai Rp38,97 triliun, terdiri atas Rp36,58 triliun modal tetap dan Rp2,39 triliun modal lancar.

Dengan target investasi Batam sebesar Rp70 triliun pada 2026, capaian Rp38,97 triliun tersebut telah mencapai 55,67 persen dari target tahunan.

Pertumbuhan investasi dan penyerapan tenaga kerja tersebut menjadi bagian dari upaya Batam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan ekonomi. Investasi diharapkan terus menjadi penggerak terciptanya lapangan kerja, pertumbuhan dunia usaha dan peningkatan daya saing daerah.

Penanggungjawab : oktarian
Editor : pariadi
Reporter : sonia nurulaini