
Kyiv,batamtv.com, – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menegaskan keseriusannya dalam menghentikan perang dengan Rusia. Dalam konferensi pers pada Rabu (12/3/2025), ia menyatakan kesiapan Ukraina untuk menerima gencatan senjata selama 30 hari seperti yang diusulkan oleh Amerika Serikat (AS). Zelensky menekankan bahwa inisiatif ini merupakan langkah awal menuju kesepakatan damai yang lebih luas.
“Saya sangat serius tentang gencatan senjata. Bagi saya, yang terpenting adalah mengakhiri perang. Saya ingin Presiden AS melihat ini, saya ingin rakyat Amerika merasakannya. Saya ingin Eropa dan dunia bersatu untuk memaksa Rusia menghentikan perang ini,” katanya, dikutip dari Reuters Rabu (12/3/2025).
Hubungan AS dan Ukraina membaik Kesepakatan gencatan senjata ini dicapai dalam pertemuan antara pejabat tinggi Ukraina dan AS di Jeddah, Arab Saudi pada Selasa (11/3/2025). Mobil Tabrak Unjuk Rasa Buruh di Jerman, 28 Orang Terluka Artikel Kompas.id Setelah pertemuan tersebut, AS mengumumkan akan melanjutkan bantuan militer dan intelijen untuk Ukraina meskipun sebelumnya sempat ditangguhkan karena adanya ketegangan antara Zelensky dan Donald Trump dalam perundingan di Gedung Putih.
Namun, pertemuan di Arab Saudi diklaim telah meredakan ketegangan tersebut. “Pertemuan ini justru menghancurkan rencana Rusia untuk memperkeruh hubungan antara Ukraina dan AS. Sebaliknya, hubungan kedua negara kini semakin membaik,”ucap Zelenskiy.
Jaminan keamanan bagi Ukraina Zelensky menekankan, gencatan senjata ini akan memberikan waktu bagi Ukraina dan sekutunya untuk menyusun rancangan jaminan keamanan pasca perang.
“Kami akan menggunakan 30 hari ini untuk menyiapkan draf kesepakatan. Kami memiliki proposal kami sendiri, tetapi semua langkah akan dibahas dan disepakati bersama dengan sekutu kami,” jelasnya. Namun, ia menyatakan bahwa kesepakatan tersebut kini berada di tangan Rusia.
“Hari ini, semuanya tergantung pada apakah Rusia ingin menghentikan perang atau terus membunuh orang. Amerika Serikat sudah menunjukkan langkah dan posisinya. Ukraina juga telah menjabarkan sikapnya dengan sangat jelas. Kini, Rusia harus menjawabnya,” tegasnya. Di sisi lain, belum ada respons resmi dari Moskwa mengenai apakah mereka akan menerima atau menolak kesepakatan tersebut. Kremlin menyatakan sedang menunggu rincian lebih lanjut dari Washington terkait proposal gencatan senjata ini.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Sumber : detik.com









































