
Batam, batamtv.com – Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat pertumbuhan sebesar 7,52 persen secara tahunan atau year-on-year pada Triwulan III 2026. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh provinsi di Sumatera dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.
Kota Batam menjadi salah satu penggerak utama di balik capaian tersebut. Berdasarkan perhitungan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Batam menyumbang rata-rata 66,63 persen terhadap total perekonomian Kepri pada Triwulan I dan II 2026.
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut positif pertumbuhan ekonomi tersebut. Menurutnya, capaian Kepri yang berada di atas rata-rata nasional menunjukkan perkembangan aktivitas ekonomi kawasan sekaligus besarnya peran Batam dalam menopang perekonomian provinsi.
Amsakar mengatakan, pertumbuhan tersebut didukung aktivitas industri, investasi, perdagangan, dan sektor jasa yang terus bergerak di Batam. Ia berharap capaian ini menjadi dorongan untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi perlu diikuti dengan peningkatan investasi berkualitas, pembukaan lapangan kerja, serta penguatan industri bernilai tambah. Dengan demikian, perkembangan ekonomi tidak hanya terlihat dalam angka statistik, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, nilai PDRB Kepri pada Triwulan III 2026 mencapai Rp107,15 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp59,86 triliun atas dasar harga konstan (ADHK).
Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi sektor dengan kontribusi terbesar, yakni 40,34 persen terhadap PDRB. Sektor ini memberikan andil pertumbuhan sebesar 3,18 poin persentase.
Selanjutnya, sektor konstruksi memiliki kontribusi 20,20 persen dengan andil pertumbuhan 1,25 poin persentase. Sementara itu, pertambangan dan penggalian menyumbang 11,15 persen dengan andil sebesar 0,73 poin persentase.
Ketiga sektor tersebut secara keseluruhan memberikan andil 5,16 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri. Data ini menunjukkan bahwa industri pengolahan, pembangunan infrastruktur, serta sektor berbasis sumber daya masih menjadi penopang utama perekonomian daerah.
Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi komponen terbesar dengan pangsa 45,87 persen terhadap PDRB dan andil pertumbuhan 2,38 poin persentase. Konsumsi rumah tangga menyumbang 40,29 persen dengan andil 1,60 poin persentase, sedangkan net ekspor memiliki pangsa 8,44 persen dengan andil 1,18 poin persentase.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa investasi, konsumsi masyarakat, dan aktivitas perdagangan turut berperan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Kepri.
Besarnya kontribusi Batam tidak terlepas dari posisinya sebagai pusat industri, perdagangan, investasi, dan jasa di kawasan barat Indonesia. Karena itu, penguatan iklim investasi dan percepatan pembangunan kawasan terus menjadi perhatian BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam.
Sinergi antara kedua lembaga tersebut diarahkan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat infrastruktur, serta menjaga daya saing Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.
Amsakar optimistis, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Ia berharap Batam tidak hanya menjadi penggerak utama perekonomian Kepri, tetapi juga semakin kompetitif sebagai kawasan investasi di tingkat nasional maupun internasional.
Penanggungjawab : oktarian
Editor : Pariadi
Reporter : azura aronita










































