
BATAM, batamtv.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam menargetkan transformasi tata kelola perizinan sebagai prioritas utama untuk memperkuat pertumbuhan investasi dan ekonomi daerah.
Hal ini dipaparkan Kepala BP Batam Amsakar Acmad pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (9/7/2025) lalu.
Langkah ini menjadi strategi Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dalam menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif di kawasan Batam.
“Kemudahan perizinan ini menjadi langkah strategis untuk Batam bersaing dengan Singapura dan Malaysia. Kami ingin, simplikasi perizinan memberikan rasa nyaman kepada investor,” kata Amsakar Achmad menyampaikan kembali rencana dan prioritas program kerjanya, Jumat (11/7/2025).
Lebih lanjut, Amsakar menambahkan bahwa transformasi perizinan Batam selaras dengan Arah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Presiden mendorong agar pengelolaan investasi di Batam juga memberikan dampak ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Selain itu, hadirnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025 dan PP Nomor 28 Tahun 2025 menjadi energi baru sekaligus wujud komitmen pemerintah pusat dalam menciptakan kepastian yang berusaha serta keselarasan kebijakan pusat dan daerah, agar iklim investasi Indonesia semakin kompetitif.
Tim BP Batam pun tengah menyusun Peraturan Kepala (Perka), SOP, Petunjuk Pelaksanaan (Juklak), Petunjuk Teknis (Juknis) serta proses teknis lainnya guna mematuhi peraturan tersebut.
Dengan harapan, Peraturan Pemerintah ini dapat memberikan jangka waktu yang tepat dan jelas agar tidak merugikan dan merugikan pelaku usaha.
Di sisi lain, pelaksanaan serta pengawasan terhadap seluruh proses pun bisa lebih efektif, sederhana dan terstruktur.
“Optimalisasi perizinan merupakan pesan langsung dari Presiden agar ekonomi Batam tumbuh lebih cepat,” tambah Amsakar.
Hingga saat ini, Batam terus tumbuh dan melemah menjadi salah satu kawasan unggulan. Infrastruktur yang mendukung, letak geografis yang strategis, serta kemudahan berusaha menjadikan Batam menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang penting di Indonesia.
Untuk mewujudkan visi tersebut, BP Batam pun mendorong adanya kolaborasi lintas sektor dan energi kolektif dari seluruh pemangku kepentingan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Butuh energi kolektif agar semua ini bisa terealisasi,” pungkas Amsakar.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Pariadi
Reporter : Azura Aronita










































