Konflik Meletus, Kedubes Desak Warga Thailand Tinggalkan Kamboja, Jet Tempur Melayang

0
Tentara Thailand memberi hormat saat Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra mengunjungi Kompi Ranger 1202 di perbatasan Thailand-Kamboja di distrik Aranyaprathet pada 26 Juni 2025.(Foto : Athit Perwongmetha/Reuters)

Phnom Pehn,batamtv.com, – Kedutaan Besar (Kedubes) Thailand di Phnom Penh pada Kamis (24/7/2025) mendesak warga “Negeri Gajah Putih” segera meninggalkan Kamboja. Pengumuman tersebut dikeluarkan Kedubes Thailand di tengah pecahnya konflik perbatasan antara kedua negara.

Kedubes Thailand juga memperingatkan bahwa konflik tersebut bisa saja menjadi semakin berlarut-larut dan membesar, sebagaimana dilansir CNN. “Warga negara Thailand yang saat ini berada di Kamboja tanpa keperluan mendesak dimohon untuk segera meninggalkan negara ini secepat mungkin dengan aman,” tulis Kedubes Thailand di Facebook. Kedubes Thailand juga meminta warga negaranya yang masih di dalam negeri untuk tidak memasuki Kamboja.

Konflik bersenjata antara kedua belah pihak pecah pada Kamis di sepanjang perbatasan. Angkatan bersenjata kedua negara saling jual-beli serangan. Pertempuran dimulai pada Kamis dini hari. Thailand menuding Kamboja melepaskan serangan ke pangkalan militer di dekat Kuil Ta Muen Thom kuno. Lokasi tersebut terletak di wilayah sengketa di selatan Provinsi Surin, Thailand, dan di barat laut Kamboja.

Thailand menuturkan, Kamboja mengerahkan pesawat nirawak di depan kuil tersebut sebelum mengirim pasukan dengan senjata. Bangkok juga menuduh pasukan Kamboja menembakkan senjata berat ke wilayah sipil di Distrik Kap Choeng, Provinsi Surin.

“Serangan itu melukai tiga warga sipil. Pihak berwenang Thailand segera mengevakuasi penduduk dari daerah tersebut untuk memastikan keselamatan jiwa dan harta benda,” kata militer Thailand dalam sebuah pernyataan.

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja Letnan Jenderal Maly Socheata mengatakan, pasukannya melakukan tindakan untuk membela diri setelah serangan tak beralasan dari tentara Thailand. “Pasukan Kamboja bertindak secara ketat dalam batas-batas pembelaan diri, menanggapi serangan tak beralasan oleh pasukan Thailand yang melanggar integritas teritorial kami,” kata Maly.

Perdana Menteri Kamboja Hun Manet mengatakan dalam sebuah unggahan di Facebook bahwa Thailand menyerang posisi tentara di dua lokasi kuil di Provinsi Oddar Meanchey, serta di Provinsi Preah Vihear di Kamboja dan Provinsi Ubon Ratchathani di Thailand. “Kamboja selalu mempertahankan posisi penyelesaian masalah secara damai, tetapi dalam kasus ini, kami tidak punya pilihan selain merespons dengan kekuatan bersenjata terhadap agresi bersenjata,” kata Hun Manet.

Hun Manet juga mengimbau warga Kamboja untuk tetap tenang. Setidaknya dua tentara Thailand terluka pada hari Kamis, Reuters melaporkan, mengutip seorang pejabat militer Thailand. Dua rumah sakit di Provinsi Surin, Thailand, dekat lokasi bentrokan, telah mulai mengevakuasi pasien, menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand. Dua rumah sakit di Provinsi Surin, Thailand, dekat lokasi bentrokan, mulai mengevakuasi pasien.

Thailand mengatakan telah mengerahkan enam jet F-16 dan kemudian mengklaim telah menghancurkan dua markas militer regional Kamboja. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Kamboja mengonfirmasi bahwa serangan udara Thailand mengenai wilayahnya. Kementerian tersebut mengatakan akan merespons dengan tegas serangan jet tempur F-16 Thailand tersebut.

“Jet tempur F-16 menjatuhkan (dua) bom di jalan menuju Pagoda Wat Kaew Seekha Kiri Svarak,” kata Kementerian Pertahanan Kamboja.

Wilayah tersebut terletak di perbatasan antara Kamboja dan Thailand yang disengketakan. Kamboja mengatakan, aksi Thailand melanggar hukum internasional dan menimbulkan bahaya ekstrem. Bahaya tersebut tidak hanya bagi perdamaian dan stabilitas regional tetapi juga bagi fondasi tatanan berbasis aturan internasional.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                  : Sofyan Atsauri

Sumber                : Kompas.com